Jakarta, Properti Indonesia – Konsulan properti global Savills menyampaikan, tarif sewa hunian di Singapura telah mencapai titik tertinggi dalam enam tahun terakhir. Kenaikan tarif sewa tersebut dikarenakan sedikitnya pasokan hunian dan terpengaruh oleh pandemi Covid-19, yang membuat pekerjaan konstruksi properti terhambat.
"Apartemen sewa seharga 2.500-4.000 dolar singapura atau sekitar Rp26,39 juta-Rp42,22 juta per bulan mungkin menghadapi tekanan kenaikan terbesar di tengah permintaan yang tinggi," ungkap Alan Cheong, Direktur Eksekutif Riset Savills, dilansir dari The Business Times, Kamis (30/12).
Pada tahun 2021 ini tingkat sewa tumbuh sekitar 10% dan 15%. Adapun bank sentral mengatakan, sewa rumah melonjak sebesar 7,1% dalam sembilan bulan pertama tahun 2021. Kemudian indeks harga sewa melonjak ke 111,3 pada kuartal III 2021, tertinggi sejak 3 bulan pertama tahun 2015.
Singapura sendiri merupakan kota kedua termahal di dunia setelah ibu kota Perancis, Paris. Serta Singapura memiliki harga properti paling mahal, berdasarkan peringkat biaya hidup Economist Intelligence Unit 2021. Berbeda dengan pusat keuangan global lainnya seperti New York dan London, penduduk Singapura tidak memiliki pilihan untuk pindah ke pedesaan untuk keluar dari pandemi. Hal tersebut membuat permintaan sewa tetap tinggi, dan memungkinkan pemilik hunian menaikkan biaya sewa.