Jakarta, Properti Indonesia – PT Jababeka Tbk (KIJA) mencatat total pendapatan sebesar Rp2,49 triliun pada tahun 2021. Pendapatan tersebut meningkat 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dilansir dari keterbukaan informasi, Kamis (28/4), pilar land development dan properti Jababeka juga meningkat sebesar 3 persen dari Rp1,23 triliun pada 2020 menjadi Rp1,27 triliun pada tahun 2021. Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan pendapatan rumah, apartemen, ruang kantor, dan ruko dari Rp331,7 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp404,4 miliar pada tahun 2021.
Sebaliknya, terdapat sedikit penurunan pendapatan dari penjualan tanah dari Rp782,9 miliar menjadi Rp736,8 miliar yang disebabkan oleh berkurangnya kontribusi penjualan tanah dari Kendal pada tahun 2021. Penjualan tanah dari Kendal mengalami penurunan 22 persen dari 50,2 hektar menjadi 37,5 hektar, sedangkan harga jual rata-rata meningkat dari Rp1,25 juta per m2 menjadi Rp1,3 juta per m2.
Kemudian dari pilar infrastruktur seperti listrik, air, air limbah, pengelolaan kawasan dan pelabuhan meningkat 6 persen menjadi Rp1,12 triliun di tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya mencapai Rp1,06 triliun. Jumlah ini berasal dari hasil peningkatan pendapatan jasa dan pemeliharaan serta dry port. Dengan masing-masing meningkat 14 persen dan 20 persen.
Selanjutnya, pendapatan leisure dan hospitality perseroan menurun sebesar 4 persen menjadi Rp94,3 miliar pada tahun 2021. Hal ini disebabkan penurunan dari segmen vila dan pariwisata sebesar Rp6,9 miliar. Namun, kontributor utama pada pilar ini tetap dari segmen golf sebesar 66 persen.
Adapun laba bersih Jababeka meningkat dua kali lipat menjadi Rp87,6 miliar dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp45,3 miliar. Hal ini karena kinerja land development dan properti lebih baik pada tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Perolehan tersebut masih dapat mengimbangi kerugian selisih kurs yang lebih besar sebesar Rp77,7 miliar.
EBITDA Jababeka tercatat sebesar Rp855,3 miliar, naik 7 persen dari tahun 2020 sebesar Rp802,3 miliar. Sementara marketing sales di tahun 2021 tercatat Rp1,41 triliun, naik 58 persen dari tahun 2020 sebesar Rp,1,40 triliun. Marketing sales dari Cikarang berkontribusi 65 persen, Kendal dan lain-lain 35 persen.
Jababeka telah menargetkan marketing sales tahun 2022 sebesar Rp1,7 triliun, yang terdiri dari Rp1,10 triliun dari Cikarang dan lainnya, serta Rp600 miliar dari Kendal. Pada kuartal 1 2022 perseroan telah mencatat marketing sales mencapai Rp477,6 miliar. Realisasi marketing sales di kuartal ini telah mencapai 28 persen dari target.