Jakarta, Properti Indonesia - Synthesis Development melalui anak perusahaannya, PT Synthesis Karya Pratama menggelar groundbreaking proyek apartemen The Belton Residence yang dikembangkan di dalam proyek Synthesis Huis.
Aldo Daniel, Managing Director Synthesis Huis mengatakan, pengembangan apartemen The Belton Residence mengusung konsep desain Natural Ventilation. Konsep ini mengoptimalkan sirkulasi udara alami, juga mengedepankan hunian sehat.
"Dengan mengusung konsep natural ventilation, menjadikan hunian ini memiliki kesegaran & sirkulasi udara yang baik. Selain itu, pengembangan apartemen ini di proyek Synthesis Huis pun berdampingan dengan hutan kota," ujar Aldo dalam siaran pers, Senin (15/5).
Lokasi The Belton Residence berdekatan dengan pintu tol Pasar Rebo, stasiun MRT dan LRT Kampung Rambutan. Apartemen ini juga dikelilingi sejumlah rumah sakit, mall dan pusat pendidikan. Terdapat sejumlah fasilitas di apartemen The Belton Residence, diantaranya swimming pool & sauna, barbeque spot, dan keamanan 24 Jam dan CCTV di beberapa lokasi, serta children playground.
The Belton Residence akan dibangun sebanyak 20 lantai yang mencakup 200 unit apartemen. Tipe yang dipasarkan mulai tipe studio hingga three bedroom, dengan luas unit ( SGA ) mulai 22m2, 24m2, 37m2, 39m2 dan 50m2, 53m2, 56m2 dan luas 71m2. Per unitnya dibanderol mulai Rp500 juta hingga Rp1 miliar.
"Saat ini, kami sedang dalam penjajakan kerja sama KPA dengan sejumah perbankan untuk mempermudah konsumen memiliki unit apartemen The Belton Residence. Kami berharap, progres pembangunan dapat dilakukan sesuai rencana. Kami menargetkan pembangunan untuk mencapai topping off dan serah terima, akan dilakukan adalah sesuai dengan perjanjian, yaitu 30 bulan,” imbuh Aldo.
Lanjutnya, tahun ini Synthesis Development berencana meluncurkan tipe baru, yang diharapkan dapat mudah terserap oleh masyarakat.
“Untuk proyek Synthesis Huis, kami berusaha menghadirkan atmosfer lingkungan yang menyatu dengan alam dan jauh dari kebisingan kota. Kami tidak hanya menciptakan suatu kompleks hunian eksklusif, tetapi juga membangun kawasan residensial eco-friendly terlengkap yang sulit ditemukan di wilayah Jakarta,” tegas Aldo.