Tangerang, Properti Indonesia – Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten, yang juga dikenal sebagai D-HUB SEZ, diproyeksikan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Jakarta Raya. Dengan fokus pada transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy), kawasan ini mengincar potensi pasar yang sangat besar, didukung oleh basis populasi di sekitar BSD City yang terus berkembang pesat.
Dalam acara media Gathering sekaligus buka puasa bersama yang berlangsung di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD City, Jumat (6/3), Kepala BUPP KEK ETKI Banten, Lindawaty Chandra, memaparkan strategi yang mengusung tema "The Ripple Effect of Special Economic Zone". Pemilihan lokasi ini dinilai sangat strategis karena KEK ETKI Banten terintegrasi penuh dalam ekosistem mega township BSD City yang telah mapan, didukung kemudahan akses transportasi publik maupun jaringan jalan tol.
“KEK ETKI Banten dirancang tidak hanya untuk menarik investasi, tetapi membangun SDM unggul, ekosistem terintegrasi, dan berkelanjutan. Kehadirannya melengkapi ekosistem BSD City, sekaligus mendorong pertumbuhan properti yang lebih tangguh karena ditopang aktivitas ekonomi nyata,” ujar Lindawaty.
Kawasan KEK ETKI Banten memiliki total luas lahan mencapai 60 hektare. Saat ini, pengembangan terfokus pada Area 1 seluas 29 hektar. Sementara itu, Area 2 seluas 31 hektare disiapkan untuk pengembangan masa depan (future development) seiring dengan rencana perluasan sisa lahan BSD City.
Lindawaty memikirkan kemajuan fisik sejumlah proyek utama di kawasan. Biomedical Campus, yang menggabungkan ruang kantor premium di Knowledge Tower dan fasilitas medis di Science Tower, kini telah berstatus 100 persen selesai dan beroperasi penuh. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kemajuan industri medis dengan sewa ruang yang variatif.
Untuk Medical Suites, yang dirancang memenuhi standar kelas medis tingkat lanjut termasuk memenuhi Bio Safety Level 2 (BSL-2), pengerjaan struktur Menara 1 dan 2 telah rampung pada Kuartal I tahun 2026. Target serah terima unit ini diadakan pada September 2026. Selain itu, pengerjaan fasad untuk unit komersial Powell sedang dalam tahap penyelesaian, dengan target penyerahan pada April 2026.
Strategi Menahan Arus Modal ke Luar Negeri
Sebagai satu-satunya KEK di wilayah Jakarta Raya, KEK D-HUB menawarkan berbagai fasilitas fiskal yang diatur dalam Peraturan Pemerintah RI No.40/2021 dan PMK 237/2020. Kawasan ini juga didukung fasilitas non-fiskal yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No.1/2023 dan No.18/2023.
Insentif ini menjadi daya tarik bagi tenant-tenant global untuk bergabung.
Hingga saat ini, sejumlah institusi dan perusahaan terkemuka telah resmi beroperasi di kawasan ini. Di antaranya adalah Monash University, Binus University, Alpha IVF, Stemcord, Fuji Academy, hingga klinik estetika seperti Seoul Jakarta Plastic Surgery Clinic dan Atop Plastic Surgery.
Lindawaty menegaskan optimismenya bahwa integrasi layanan pendidikan dan kesehatan kelas dunia di dalam kawasan KEK ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional.
“Diharapkan dengan dukungan fasilitas fiskal dan nonfiskal serta kemitraan strategi jangka panjang, kawasan ini dapat meningkatkan daya saing nasional, memperkuat pusat penelitian dan inovasi, serta mengurangi arus keluar modal untuk pendidikan dan layanan kesehatan ke luar negeri,” tutupnya.