Sri Mulyani: 50 Perusahaan Properti di China Alami Kesulitan Keuangan

Sri Mulyani: 50 Perusahaan Properti di China Alami Kesulitan Keuangan
Proyek properti milik Evergrande Group

Jakarta, Properti Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa saat ini risiko ketidakpastian ekonomi global meningkat. Seperti di China yang sedang dalam kesulitan keuangan di sektor properti.  

"China mengalami pertumbuhan ekonomi yang melambat tapi ini adalah sesuatu yang perlu untuk kita lihat apa penyebabnya, dan bagaimana dampaknya ke ekonomi Indonesia," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (25/10). 

Menurut Sri Mulyani, properti di China mengalami masalah serius saat ini. Berdasarkan keterangan dari Financial Times, terdapat 50 perusahaan properti di China yang mengalami kesulitan keuangan atau default.

Dengan adanya perlemahan tersebut Indonesia harus waspada. Hal ini karena China merupakan negara penggerak terbesar motor pertumbuhan ekspor sehingga akan memengaruhi Indonesia. 

"Jadi pelemahan ekonomi di Cina tentu mempengaruhi pertumbuhan ekspor di Indonesia juga," imbuh Sri Mulyani. 

Sebagai informasi, beberapa perusahaan properti di China yang mengalami kesulitan keuangan di antaranya; Evergrande yang memiliki kewajiban membayar utang sebesar USD300 miliar atau Rp4.950 triliun dan gagal bayar sejak akhir tahun 2021. Kemudian Country Garden yang dililit utang senilai USD194 miliar atau Rp2.895 triliun pada akhir Juni 2023.

Selain itu, Sri Mulyani meminta seluruh pihak agar tetap waspada pada negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan negara kawasan Eropa yang tengah mengalami tekanan. Seperti Amerika Serikat (AS) yang mengalami gejolak di pasar obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun pada September dan Oktober, atau kenaikan dari surat utang AS mengalami lonjakan yield hingga di atas 5 persen. 

"Biasanya AS yield-nya rendah karena suku bunga selama terutama sejak global financial krisis sangat rendah, fed policy itu hanya 25 bps atau 0,25 persen,"  jelas Sri Mulyani.

 

Tags
#Berita Properti #properti #China