SMF Bangun Rumah Baru untuk MBR di Kawasan Kumuh Surakarta

SMF Bangun Rumah Baru untuk MBR di Kawasan Kumuh Surakarta
Peresmian Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta pada Jum’at (18/11). (Dok. PT Sarana Mutigriya Finansial (Persero))

Jakarta, Properti Indonesia – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta dan Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) Dinas Cipta Karya, Kementerian PUPR merealisasikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta yang diresmikan pada Jumat (18/11). 

 Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan bahwa program tersebut merupakan wujud dari komitmen perseroan sebagai Special Mission Vehicle dalam pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs khususnya pembangunan kota dan permukiman berkelanjutan.

“Program pembangunan rumah layak huni di kawasan Semanggi ini diharapkan menjad sebagai salah satu upaya mengurangi kekumuhan di bantaran sungai, juga turut membantu penanganan kemiskinan ekstrim, dengan merelokasi warga ke permukiman yang lebih layak sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya,” ujar Ananta dalam siaran pers.

Kawasan Semanggi merupakan wilayah relokasi yang disiapkan oleh Pemerintah Surakarta bagi warga yang sebelumnya bermukim di kawasan bantaran Sungai Pemulung Bengawan Solo. Sebanyak 47 rumah layak huni telah rampung dibangun di wilayah RW 1 Kelurahan Mojo yang memiliki luas 3,72 hektar, juga merupakan bagian dari kawasan Semanggi dengan total luas 15.368 hektar.

Pembangunan RLH diawali dengan penandatangan perjanjian kerja sama pada 17 Desember 2021, kemudian pembangunan intensif dimulai pada 25 Januari 2022 dengan menerapkan standar rumah layak huni yang merujuk pada standar Sustainability Development Goals SDGs.

Melalui program ini, SMF mengalirkan bantuan dana hibah sebesar Rp3,2 miliar dengan menggunakan anggaran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang disalurkan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Surakarta menjadi kota ke-13 yang diresmikan, dari total 16 lokasi yang sudah terealisasi di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga NTT. Sejak tahun 2019 hingga saat ini, SMF telah merealisasikan program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh sebanyak 370 rumah di 16 lokasi dengan serapan anggaran mencapai Rp27,64 miliar.

Tags
#hunian #rumah #sarana multigriya financial #SMF