Jakarta, Properti Indonesia - Sektor properti di Jakarta diprediksi adanya potensi kenaikan harga, terutama pada highrise atau apartemen yang lokasinya dilewati atau dekat stasiun LRT (Lintas Raya Terpadu) Jabodebek yang sudah beroperasi.
"Memang sekarang belum terlalu terlihat. Tapi potensi itu akan terjadi, karena nanti setelah masyarakat sudah mulai marak menggunakan sistem transportasi massal ini, tentunya akan ada potensi kenaiikan harga yang lebih baik," ujar Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers Indonesia, dalam konferensi pers, Rabu (4/10).
Beberapa pengembang properti telah membangun apartemen yang terintegrasi dengan LRT Jabodebek. Di antaranya adalah PT Agung Podomoro Land Tbk dengan proyek apartemen Podomoro Golf View yang dekat dengan Stasiun LRT Harjamukti Cibubur. Kemudian Adhi Commuter Properti dengan proyek-proyek apartemennya yakni LRT City Cibubur dan LRT City Jatibening, Trans Property dengan pyek apartemen Transpark Cibubur, dan masih banyak lagi.
Secara umum, harga apartemen strata title maupun apartemen servis masih tetap stabil, walaupun ada kenaikan tapi tidak terlalu banyak. Menurut Ferry, kenaikan harga masih tergantung pada kondisi penjualan.
Colliers mencatatkan rata-rata harga apartemen strata title di Jakarta pada kuartal III 2023 tercatat sekitar Rp35,5 juta per m2, sementara harga apartemen servis di kawasan CBD Jakarta sekitar Rp445.986 per m2 per bulan, dan di area luar CBD seperti Jakarta Selatan sekitar Rp410.707 per m2 per bulan.
"Apartemen servis mulai membaik tingkat huniannya, dan itu memicu kenaikan harga sewa apartemen. Artinya, ada kecenderungan bahwa market ini sudah mulai membaik terutama dari sewa," imbuh Ferry.
Meski begitu, masyarakat masih cenderung memilih untuk membeli proyek apartemen yang sudah selesai atau sudah ada fisiknya. Dari sisi pengembang, mereka juga tidak terlalu agresif untuk meluncurkan proyek-proyek baru, sementara bagi pengembang yang masih memiliki proyek akan lebih fokus penyelesaian konstruksi agar sesuai dengan jadwal.
"Mereka akan fokus penyelesaian konstruksinya agar sesuai dengan jadwal dan tidak lagi terlambat sehingga ini akan menjadi modal mereka untuk menarik pembeli yang potensial," katanya.