Jakarta, Properti Indonesia – PT Sentul City Tbk (BKSL) mengalami penurunan kinerja sepanjang tahun 2020. Dikutip dari laporan keuangan perusahaan di Bursa Efek Indonesia, Senin (28/6), pendapatan BKSL tercatat tahun 2020 sebesar Rp451,84 miliar atau turun 52,50% dari tahun 2019 sebesar Rp951,42 miliar.
Perusahaan juga mencatat kerugian saham dasar sebesar Rp9,35, dengan rugi sebesar Rp608,78 miliar dibanding tahun 2019 memperoleh laba bersih sebesar Rp55,97 miliar. Beban pokok pendapatan juga menurun 43,53% menjadi Rp202,85 miliar.
Penurunan terbesar terjadi di penjualan lahan siap bangun, rumah, ruko, dan apartemen yang turun menjadi Rp260,85 miliar sementara tahun sebelumnya mencapai Rp698,86 miliar.
Pada pendapatan hotel, restoran, dan taman hiburan turut anjlok. Pada tahun 2019 tercatat Rp171,24 miliar dan pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp102,09 miliar. Sementara di pengelolaan kota menurun dari Rp90,32 miliar menjadi Rp88,90 miliar.
Adapun BKSL mencatat liabilitas sebesar Rp8,12 triliun dan ekuitas sebesar Rp10,25 triliun. Sementara total aset Perusahaan meningkat menjadi Rp18,37 triliun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp17,27 triliun.