Jakarta, Properti Indonesia – Setelah sempat viral karena Ustadz Yusuf Mansur membeli sebanyak 600 juta saham atau senilai Rp30 miliar atas sahamnya, PT Repower Asia Indonesia kini masuk dalam radar PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait aktivitas perdagangan saham perseroan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity / UMA).
Dilansir dari IDX.co.id, pengumuman UMA ini sendiri tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Namun, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa.
“Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 18 Agustus 2021 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (”Bursa”) terkait penjelasan atas pemberitaan media massa," tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan, dan P.H. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Mulyana, dalam surat keterbukaan Informasi BEI, Kamis (19/8) kemarin.
Dalam pengumuman ini BEI juga meminta agar Perseroan turut mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Berdasarkan data perdagangan dalam tiga hari terakhir sebelum pengumuman UMA, harga saham REAL sempat melonjak signifikan. Diketahui, saham REAL ditutup naik diatas 30% dan selama dua hari awal sempat menyentuh batas auto rejection atas (ARA).
Bursa Efek Indonesia sendiri melalui surat bernomor S-05823/BEI.PP2/08-2021 tanggal 18 Agustus 2021 sempat meminta penjelasan kepada manajemen PT Repower Asia Indonesia Tbk untuk klarifikasi atas kebenaran pemberitaan menyangkut “Saham REAL diborong Yusuf Mansur Rp30 Miliar".
Terkait hal ini Manajemen Perseroan mengaku jika tidak mengetahui aktivitas perdagangan saham yang terjadi di pasar sekunder. “Sampai dengan saat ini Manajemen Perseroan secara regular berkordinasi dengan pihak-pihak terkait, diantaranya dengan pihak Biro Administrasi Efek, yang menjadi dasar kami dalam hal pelaporan pemegang saham yang secara rutin kami laporkan,” ujar Rully Muliarto, Corporate Secretary PT Repower Asia Indonesia Tbk dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (19/8) kemarin.
Sebelumnya, dalam akun instagram pribadinya @yusufmansurnew, menulis bahwa saham yang dibeli tersebut bukan untuk ‘gorengan’ dan merupakan saham gocap atau saham yang harganya Rp50 per saham. Adapun harga Rp50 per saham merupakan harga paling rendah yang ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
BACA JUGA: Ustadz Yusuf Mansur Beli Saham Rp30 Miliar Buat Bangun Properti dan Pesantren
“Ini saham gocap, tapi fundamentalnya bagus. Bisa jadi kendaraan buat seluruh bisnis properti. Entar kita kelola yang bener ini perusahaan, bukan jadi perusahaan goreng-gorengan. Tumbuh dan besar bareng. Saya masuk dengan izin Allah jadi pemegang sahamnya,” tulis Yusuf Mansur dikutip dari akun Instagram miliknya, Minggu (15/8).