Jakarta, Properti Indonesia – Memasuki tahun 2022, bisnis di sektor properti menurut para pelaku usaha sudah mulai menunjukkan hasil positif. Konsultan properti Colliers International Indonesia menyebutkan, indikator perbaikan pada sektor properti sudah terlihat pada akhir tahun 2021, meskipun harapan untuk dapat kembali ke kondisi normal masih membutuhkan waktu.
Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto menyebutkan ada beberapa subsektor properti yang akan tumbuh lebih cepat di tahun ini, di antaranya sektor landed house atau rumah tapak, industri terutama dari logistik, dan data center. Meski begitu daya beli di masyarakat belum sepenuhnya pulih sehingga bisa saja menghambat developer-developer properti untuk bergerak .
“Harapan banyak pelaku usaha adalah aturan-aturan yang memberatkan seperti rencana kenaikan PPN 11 persen di tahun ini, kalau bisa jangan dulu supaya industri properti bisa punya napas. Sebab, properti saat ini belum perform, jadi butuh napas untuk bisa bangkit, baru kemudian dipikirkan untuk opsi selanjutnya,” ujar Ferry kepada Properti Indonesia, Selasa (11/1).
Dirinya menambahkan, jika kebijakan pemerintah seperti insentif pajak pertambahan nilai (PPN) yang dilaksanakan pada tahun 2021 lalu sangat membantu dan berdampak positif.
“Sekarang ini kebijakan besarannya dikurangi, yang tadinya 40 persen jadi 25 persen kemudian 100 persen jadi 50 persen. Saya dengar aturan ini berlaku juga bagi properti inden, hal ini sebenarnya hal yang positif karena yang dikenakan itu bisa memicu penjualan. Paling tidak developer bisa melakukan transaksi, kemudian dikebut proyeknya sampai selesai,” jelas Ferry.
Selain PPN, menurut Ferry, insentif lain yang dibutuhkan para developer saat ini adalah perihal perijinan di daerah yang diharapkan juga dapat dipermudah dan disertai suku bunga yang rendah. “Masalah suku bunga kalau bisa lebih rendah lagi walaupun sekarang memang sudah rendah. Tapi kalau bisa lebih rendah lagi itu akan sangat membantu,” imbuhnya.
Ferry juga menegaskan jika tahun 2022 merupakan tahun kebangkitan. Hal ini terlihat dari semua stakeholder yang sudah mulai bergerak untuk menyongsong industri properti agar lebih baik lagi. Karena itu, dirinya menyarankan jika saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berivestasi sebelum booming properti.
“Yang perlu dicatat, kalau nanti siklusnya sudah membaik dan sudah ke puncak lagi maka harga terlanjur tinggi. Jadi orang yang invest itu marginnya akan lebih sedikit,” tutup Ferry.