Savills: Prospek Perumahan dan Industri akan Meningkat Tahun Ini

Savills: Prospek Perumahan dan Industri akan Meningkat Tahun Ini
Ilustrasi properti (Freepik)

Jakarta, Properti Indonesia – Perekonomian Indonesia perlahan pulih dari keterpurukan dengan pertumbuhan PDB pada kuartal III 2021 lalu sekitar 3,5 persen year on year (YoY). Secara keseluruhan, pertumbuhan PDB tahunan pada tahun 2021 mencapai sekitar 3,5%-4,0%. 

Usaha agresif dari pemerintah pada program vaksinasi telah menghasilkan penurunan signifikan dalam kasus baru, meskipun munculnya varian Omicron, membantu mengangkat kepercayaan bisnis.

Konsultasi properti Savills Indonesia dalam laporannya, dengan prospek ekonomi yang lebih menjanjikan, pengembang dan investor perlahan-lahan kembali berekspansi seperti yang terlihat pada sejumlah peluncuran proyek baru khususnya di perumahan dan sektor industri.

Pengembang properti Sinarmas Land, Summarecon, dan Alam Sutera baru-baru ini menambahkan klaster perumahan baru di kawasan Serpong dan Bogor untuk melayani pertumbuhan permintaan dari kaum milenial. Beberapa dari pengembang ini melakukan kerja sama dengan perusahaan atau pengembang luar negeri, terutama dari Jepang, untuk membangun proyek mereka.

Sementara itu, Karawang International Industrial City (KIIC) yang dikembangkan oleh Sinarmas Land dan Itochu baru-baru ini menambahkan 105 hektar lahan lagi ke kawasan industri mereka untuk memenuhi layanan e-commerce, logistik, serta perusahaan otomotif.

Savills juga melihat peningkatan tingkat aktivitas di pengembangan data center di beberapa kota besar, seperti Jabodetabek dan Batam. Menyusul peluncuran proyek pusat data oleh Princeton Digital Group, Pure DC dan STT GDC awal tahun ini di Jakarta, perusahaan asing lainnya telah mengumumkan bahwa mereka akan membangun proyek baru di pulau Batam.

Batam telah menjadi lokasi populer untuk pusat data serta fasilitas industri dan logistik karena letaknya yang strategis yakni dekat dengan Singapura, dan relatif bagus untuk pengembangan infrastruktur.

Selain itu, berbagai insentif pajak diberikan kepada perusahaan dan investor di Batam, karena statusnya sebagai kawasan perdagangan dan Kawasan Ekonomi Khusus, terus memikat bukan hanya domestik tetapi juga perusahaan asing untuk berinvestasi.

Kemudian sektor perkantoran dan komersial serta ritel di Jakarta tumbuh sepanjang tahun 2021 dengan penawaran dan permintaan cukup signifikan dibanding tahun 2020. Namun, pertumbuhan pasokan baru masih di luar penyerapan pasar.

Kemudian dengan rencana pertemuan G20 yang akan diselenggarakan di Indonesia tahun ini, pemerintah lebih mempersiapkan diri rencana agresif percepatan ekonomi domestik.

“Kepercayaan bisnis yang pulih mendukung penyerapan pasar di sebagian besar sektor komersial pada tahun 2021. Kami mengharapkan lebih banyak ekspansi pada tahun 2022 mengingat prospek ekonomi yang menjanjikan dibantu oleh sentimen yang lebih baik terhadap Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan G20 di Bali pada akhir tahun ini,” ujar Director Head and Research and Consultant Savills, Anton Sitorus dalam keterangan tertulis, Selasa (1/2).

 

 

 

Tags
#Berita Properti #properti #perumahan #savills #kawasan ekonomi khusus #kawasan