Jakarta, Properti Indonesia – Kawasan wisata Mandalika dalam kondisi aktual semakin dilirik para investor properti. Hal ini tak lepas dari lokasinya yang terletak di sepanjang pantai selatan Pulau Lombok dan sering disebut sebagai the next “Bali”. Dengan lahan sekitar 1.250 hektar, Mandalika dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan milik negara bernama ITDC (Indonesia Tourism Destination Corporation). Berjarak sekitar 17 km dari Bandara Internasional Lombok dan 50 km dari pusat Kota Mataram.
Berdasarkan laporan terbaru dari konsultan properti Savills Indonesia, sekitar 83.200 wisatawan lokal mengunjungi Lombok pada tahun 2018, jumlah ini meningkat 154 persen dari tahun 2015. Tren kunjungan ini terus tumbuh hingga pandemi berdampak pada wisata di seluruh tanah air termasuk Lombok.
Kemudian dibukanya ajang balap MotoGP tahun ini, tepatnya Maret 2022, pemerintah berharap acara tersebut dapat mendongkrak kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara di Mandalika dan Lombok. Pada tahun 2024 pemerintah memproyeksikan tingkat kunjungan turis tahunan bisa mencapai lima juta orang.
Mendekati acara MotoGP, pemerintah telah menyiapkan banyak akomodasi penginapan bagi pengunjung. Di antaranya berupa homestay lokal dan private villa. Namun tidak banyak hotel berbintang yang tersedia di Mandalika sebelum event MotoGP. Saat rencana ajang MotoGP di Mandalika beredar, banyak developer properti yang mulai mengembangkan hotel di kawasan tersebut.
“Awalnya hanya ada 12 proyek hotel yang direncanakan di jarak 10 km dari sirkuit. Pada 2017, tujuh hotel bintang 3 selesai dibangun dan mulai beroperasi. Meski demikian, kurangnya akomodasi yang layak masih menjadi salah satu perhatian utama menjelang dimulainya MotoGP 2022,” ujar Head of Research & Consulatncy Savills, Anton Sitorus, dalam laporannya, Senin (14/3).
Lanjutnya, sejauh ini pemerintah telah menyiapkan total 25.000 kamar untuk pengunjung. Kamar-kamar tersebut bervariasi mulai dari hotel, homestay, vila, dan glamping. Namun, hal itu masih belum memadai karena pihak penyelenggara menargetkan 100 ribu penonton. Sebagai alternatif, Kementerian Parwisata berencana menambah 25 ribu kamar dengan memanfaatkan gedung apartemen murah milik pemerintah dan mendatangkan sekitar 700 kapal dari Pelayaran Nasional Indonesia yang menyediakan 3.500 kamar per kapal.
Kemudian, ITDC telah mengumumkan ada 4 hotel baru yang sedang dibangun, di antaranya Royal Tulip Hotel, Paramount Resort and Residences, Golden Tulip Hotel dan Mariott Hotel. “Proyek-proyek ini diharapkan dapat menambah okupansi hotel di Mandalika selama dua hingga tiga tahun ke depan,” imbuh Anton.
Ajang balap MotoGP akan menguntungkan usaha hotel di sekitar Mandalika dan Pulau Lombok. Banyak daerah terutama tempat-tempat wisata populer mengalami peningkatan pemesanan yang signifikan. Daerah yang mengalami lonjakan pemesanan hotel adalah Pulau Gili Trawangan dan Mataram. Hotel-hotel di kedua kawasan ini telah terisi penuh sehingga hanya tersedia pilihan hotel non-bintang atau homestay. “Oleh karena itu, kami mengantisipasi beberapa pengunjung akan memilih daytrip ke Mandalika karena terbatasnya ketersediaan kamar hotel di dekat sirkuit,” jelas Anton.
Sementara itu, daerah lain di luar Lombok juga mengalami peningkatan pemesanan hotel. Misalnya, kawasan Bali Timur, ada sekitar 500 kamar hotel telah dipesan untuk acara MotoGP. Melihat peningkatan pesat pada okupansi dan kunjungan, banyak pengembang melihat Mandalika sebagai target potensial untuk proyek mereka selanjutnya. Sehingga memicu lebih banyak transaksi lahan.
Dengan demikian, nilai lahan tanah di daerah tersebut telah meningkat baru-baru ini. pada tahap awal pengembangan, harga tanah di kawasan pemukiman Kuta sekitar Rp50.000 dan Rp100.000 per meter persegi. Namun, dengan setelah Mandalika sebagai tuan rumah MotoGP 2022, nilai tanah meningkat 10 kali lipat.
Sementara itu, pengembangan lahan yang berlokasi di kawasan komersial atau dekat dengan tempat wisata mencapai Rp10 juta per meter persegi. Nilai tanah di daerah tetangga seperti Kota Mataram dan Senggigi juga terpengaruh minat dari investor lokal karena eksposur MotoGP.
Savills juga menyebutkan, Mandalika sebagai tuan rumah ajang MotoGP 2022, dipandang memberikan dampak positif bagi kawasan destinasi wisata yang berkembang. Antisipasi pertumbuhan kedatangan pengunjung lokal dan mancanegara akan terus meningkat seiring dengan meredanya pandemi Covid-19, dan pembatasan perjalanan yang dilonggarkan secara bertahap.
Acara ini akan menghasilkan multiplier effect bagi daerah tetangga di Lombok seperti Mataram, Gili Trawangan, dan Bali Timur. Pemerintah memprediksi kedatangan wisatawan asing ke Pulau Lombok meningkat 19 persen tahun ini. Ditambah dengan acara internasional lainnya yakni G20 di Bali, pemerintah memperkirakan kedatangan wisatawan asing ke Nusa Tenggara Barat mencapai 1,5 juta hingga 2 juta.
“Pengembang properti semakin melihat Mandalika sebagai tujuan investasi di sektor perhotelan. Ada 12 investor lokal dan asing sedang dalam proses penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan dan Pengembangan Tanah di kompleks Mandalika. Minat yang kuat tersebut menguatkan optimisme kami terhadap prospek jangka panjang Mandalika untuk menjadi destinasi wisata bagi wisatawan domestik dan asing,” tutup Anton.