Resmi Melantai di Bursa, Ini Profil Developer Citra Buana Prasida

Resmi Melantai di Bursa, Ini Profil Developer Citra Buana Prasida
Paskal Hyper Square (Dok. PT Citra Buana Prasida Tbk)

Jakarta, Properti Indonesia – Pengembang dan pengelola properti, PT Citra Buana Prasida Tbk, resmi mencatatkan sahamnya dengan kode saham CBPE di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat (6/1) lalu. CBPE merupakan pengembang properti yang menjadi emiten keempat yang listing pada awal tahun ini. 

Dalam Initial Public Offering (IPO), Citra Buana Prasida melepas sebanyak 271,25 juta saham atau sekitar 20 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO, dengan harga penawaran sebesar Rp150. Melalui IPO tersebut, perseroan meraih dana segar sebanyak-banyaknya Rp40,68 miliar.

Direktur Utama CBPE, R. Asep Eddy mengatakan, seluruh dana yang diperoleh dari penjualan saham akan digunakan untuk pembangunan ruko di kawasan Paskal Hyper Square. Hal ini bertujuan untuk menangkap peluang bisnis serta menjangkau lebih banyak pasar.

Paskal Hyper Square merupakan kawasan one stop living di Bandung, Jawa Barat, yang dikembangkan CBPE pada tahun 2003. Paskal Hyper Square memiliki luas 135.000 m2 yang terdiri dari food market, ruko, pusat perbelanjaan atau mal, pusat pendidikan, hotel, asrama, dan pusat hiburan. Nantinya, CBPE akan mengembangkan ruko baru sebanyak 92 unit.

“Produk seperti ruko saat ini masih menjadi andalan kami. Sepanjang periode pandemi sejak 2019 hingga tahun lalu, pendapatan perseroan mengalami peningkatan yang diakibatkan karena peningkatan pendapatan sewa dan pengalihan pemanfaatan atau penggunaan bangunan dan atau tanah (ruko),” jelas Eddy dalam keterangannya.

Di dalam kawasan Paskal Hyper Square juga terdapat pusat perbelanjaan bernama 23 Paskal Shopping Center yang dilengkapi lebih dari 200 tenant. Mal ini dibangun di atas lahan seluas 60.000 m2 yang terintegrasi dengan kawasan bisnis Paskal Hyper Square. Selain mengembangkan ruko baru di Paskal Hyper Square, CBPE juga berencana mengembangkan kawasan ekowisata atau resort di daerah Cipaku, Bandung dengan luas lahan 37.860 m2.

Sebagai informasi, CBPE mencatat pendapatan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2022 sebesar Rp19,26 miliar atau menurun 29,30 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp27,14 miliar.

Penurunan pendapatan disebabkan karena terdapat beberapa proses pengalihan pemanfaatan atau penggunaan bangunan dan tanah (ruko) sampai 30 Juni 2022, dan baru diakui sebagai pendapatan setelah terjadi serah terima unit. Meski begitu pendapatan sewa tercatat meningkat, dimana manajemen perseroan selalu meningkatkan kinerja marketing sehingga target pengalihan atau penggunaan bangunan dan tanah atau sewa ruko tercapai.  

Tags
#Developer #Berita Properti #Bisnis Properti #properti #IPO