Rebranding, Kahuripan Raya Ubah Kawasan Hunian Telaga Kahuripan Sebagai CBD Bernuansa Alam

Rebranding, Kahuripan Raya Ubah Kawasan Hunian Telaga Kahuripan Sebagai CBD Bernuansa Alam
Telaga Kahuripan (Dok. Kahuripan Raya)

Jakarta, Properti Indonesia – Revitalisasi kawasan merupakan salah satu strategi paling tepat yang bisa dilakukan untuk mendongkrak investasi properti. Hal inilah yang dilakukan sejumlah pelaku bisnis properti, termasuk PT Kahuripan Raya atau Telaga Kahuripan. 

Kahuripan Raya mulai menata ulang kawasan seluas 750 hektar dengan konsep hunian modern dan harmonis, serta fasilitas dan infrastruktur lengkap di kawasan Selatan Jakarta, Parung, Bogor.

Chief Marketing Officer PT Kahuripan Raya, Richie Laseduw mengatakan, Telaga Kahuripan merupakan proyek perumahan terbesar di koridor Selatan Jakarta – Ciputat – Kemang – Bogor. Pengembangan kawasan tersebut terbagi menjadi dua. Area pertama diluncurkan tahun 1996 dengan masterplannya dirancanf oleh Konsultan Internasional Design Development Group of Baltimore.

Kemudian kawasan komersial yang dikenal dengan Plaza Haihoo dirancang oleh Arsitek Peter Caderas dari Hawaii. Sementara huniannya dirancang oleh beberapa arsitek seperti JJ, Andra Martin, Yori Antar, Ferry Ridwan dan lainnya.

Untuk melancarkan program pemerajaan, Kahuripan Raya mengucurkan dana lebih dari Rp100 miliar tanpa investasi dari luar, didukung sejumlah share holders Telaga Kahuripan. Pemerintah juga telah membangun jalan arteri Bojong Gede – Kemang (Bomang) yang diharapkan akses tersebut dapat menarik bagi investor.

“Selling point lainnya, konsep green nature dipilih Telaga Kahuripan yaitu menawarkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memadai. Adanya potensi alam seperti hamparan taman yang luas dan danau-danau alami merupakan kekuatan dasar yang sudah dimiliki Telaga Kahuripan,” ujar Richie dalam saat menggelar forum diskusi bersama media di marketing gallery Telaga Kahuripan, Rabu (10/8).

Sementara itu, Pakar Tata Kota, Yayat Supriyatna mengatakan, untuk mendongkrak investasi, Telaga Kahuripan diharapkan mampu melakukan rebranding kawasan dan menjadikannya sebagai wilayah penyangga ekonomi baru bagi kabupaten Bogor.

“Rebranding ini tentunya akan menciptakan kawasan baru yang prospektif dan strategis jika direalisasikan secara nyata, karena aksesibilitasnya jadi lebih mudah dan akan terasa lebih dekat kemana-mana,” papar Yayat.

Dari sisi arsitektur Thoat Fauzi mengatakan, Telaga Kahuripan tidak hanya mengedepankan konsep lingkungan secara keselurahan tapi juga memerhatikan fungsi hunian yang sehat. Sesuai tagline pengembang Telaga Kahuripan, yakni “Kembali ke Alam Indonesia” di cluster tertentu, konsep rumah yang dihadirkan benar-benar mengadopsi nuansa resor. Kemudian setiap unitnya memiliki sirkulasi hdara baik, dengan RTH yang memadai.

“Pandemi telah menggeser preferensi penghuni dalam memilih huniannya, tidak lagi berdasar style ataupun trend yang ter-update, namun lebih berorientasi pada hunian ‘sehat’ dengan unsur alam. Bukan lagi tentang minimalis, skandinavian, ataupun etnik-klasik, namun lebih kepada desain rumah dengan bukaan yang tepat dan optimal, guna menghadirkan pencahayaan dan penghawaan alami yang berkualitas,” ujar Thoat.

 

Tags
#hunian #Berita Properti #perumahan #Bogor #Kahuripan Raya #Telaga Kahuripan