Jakarta, Properti Indonesia - Sektor hotel dan restoran tercatat berkontribusi terhadap realisasi investasi di Indonesia sebesar Rp18 triliun dari total investasi Rp678,7 triliun, hal ini berdasarkan dokumen Realisasi Triwulan II 2023 oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan, total realisasi investasi sektor hotel dan restoran ini berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
"Indonesia masih tetap menjadi salah satu negara tujuan para investor untuk menanamkan modalnya, tumbuh secara kuartal sebanyak 5,2 persen dan year on year 14,2 persen. Sementara PMDN tumbuh juga 7,6 persen dan year on year 17,6 persen. Artinya sekalipun mayoritas investasi kita masih tetap asing, tapi dalam investasi dalam negeri itu tumbuh cukup signifikan mencapai 7 persen," jelas Bahlil dalam konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan II Tahun 2023, melalui siaran Youtube, dikutip Rabu (26/7).
Sektor hotel dan restoran dari PMDN berhasil meraih Rp11,01 triliun dari 9.224 proyek. Ini menempati urutan 12 dari total peringkat realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor di Indonesia. Sementara untuk investasi PMA, hotel dan restoran mencapai USD507,3 juta atau sekitar Rp7,5 triliun dari 4.598 proyek. Realisasi ini berada di urutan ke 13 dari total peringkat realisasi investasi PMA.
Adapun untuk sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran juga tercatat berada di urutan keempat dari akumulasi PMA dan PMDN dengan investasi mencapai Rp58,3 triliun. Untuk PMA, properti meraih investasi USD1,3 miliar atau Rp20,38 triliun dari 3.495 proyek, sementara untuk PMDN mencapai Rp37,9 triliun dari 5.303 proyek.