Jakarta, Properti Indonesia - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menargetkan realisasi investasi di IKN dapat tercapai sebesar Rp45 triliun pada akhir tahun 2023.
Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono mengatakan akan ada groundbreaking sejumlah proyek untuk pembangunan tahap ketiga pada bilan Desember dengan nilai investasi Rp10 triliun.
"Presiden Joko Widodo akan kembali melakukan groundbreaking sejumlah proyek untuk tahap ketiga Rp10 triliun. Jadi 2023 ini realisasi investasi Rp45 triliun untuk mewujudkan ekosistem kota di 2024," ujar Agung dalam keterangannya di Media Briefing secara daring, Senin (20/11).
Groundbreaking tahap tiga akan diakukan untuk tiga kategori pembangunan, yaitu 3 proyek terkait sektor hijau, 6 proyek yang mendukung ekosistem kawasan to work, to live and to play, serta 3 proyek pembangunan gedung lembaga negara.
Adapun gedung lembaga negara yang siap dibangun adalah gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan BPJS Kesehatan.
Lanjut Agung, kriteria pembangunan green dan melengkapi ekosistem terutama di kawasan 1A yang akan menjadi bagian dari sumbu kebangsaan, juga lembaga lembaga pemerintah negara sehingga tidak memakai APBN dan sifatnya investasi.
"Kita siapkan groundbreaking selanjutnya pada Desember. Untuk waktunya kita menunggu kesediaan Presiden kesediaan waktunya, tadi kita targetkan sekitar Rp10 triliun lagi supaya mencapai Rp45 triliun di 2023 ini,” imbuh Agung.
Sebelumnya, pemerintah telah melakukan groundbreaking tahap pertama pada 21-22 September 2023 dengan total nilai investasi sebesar Rp23 triliun. Terdapat 10 perusahaan Konsorsium Nusantara yang akan membangun pusat perbelanjaan atau mal, hotel, perkantoran, kontribusi tanaman dan ruang terbuka hijau.
Kemudian, pembangunan tempat pelatihan sepak bola dengan standar internasional Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) hingga Pertamina sustainable energy center. Serta pada 23 September 2023 seremoni pembangunan hotel bintang 4 Vasanta Inopark dan Rumah Sakit Abdi Waluyo.
Selanjutnya. groundbreaking tahap II pada 1-2 November 2023 dengan nilai investasi Rp12,5 triliun, di antaranya rumah sakit, mal yang terintegrasi dengan hotel dan apartemen, beberapa kantor pemerintah, pulau suaka orang hutan, bandara VVIP, dan sekolah negeri serta internasional.
Selain itu, Agung juga menyampaikan bahwa OIKN mencatat ada 133 investor asing yang menyatakan minat untuk menanamkan modal atau berinvestasi di IKN. Jumlah tersebut dari total 305 surat pernyataan minat atau Letter of Intent (LOI).
"Minat investor asing sangat banyak. Sekitar 133 itu adalah investor asing, dan bisa dilihat sebarannya paling banyak dari Asia; Singapura, Malaysia, Jepang, China, Korea, Amerika, negara-negara Eropa, Timur Tengah, dan lain-lain," ungkapnya.
Secara rinciannya, dari 305 surat LOU terdiri dari Indonesia sebanyak 172 LOI, Singapura 27 LOI, Jepang 25 LOI, Malaysia 19 LOI, China 19 LOI, Korea Selatan 9 LOI, Amerika Serikat 7 LOI, Finlandia 3 LOI, Spanyol 3 LOI, Uni Emirat Arab 2 LOI, Thailand 2 LOI, Jerman 2 LOI, dan lainnya 18 LOI.
"Ada developer properti dari Kalimantan Timur yang menunjukkan bahwa investor bukan hanya domestik tetapi investor di Kalimantan itu berperan," katanya.