Jakarta, Properti Indonesia – Emiten PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menargetkan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp1,8 triliun di tahun 2022. Target marketing sales tersebut ditopang oleh penjualan lahan industri, di samping penjualan lahan atau produk hunian dan komersial.
Direktur PT Puradelta Lestari Tbk, Tony Suwanto, menyampaikan bahwa permintaan lahan industri di awal tahun 2022 cukup tinggi walaupun situasi pandemi belum berakhir. “Dengan banyaknya permintaan lahan industri dari data center, disertai dengan upaya dan kesiapan kami dalam membangun infrastruktur dan utilitas khusus yang diperlukan untuk mendukung aktivitas pelanggan data center, kami meyakini bahwa di tahun ini akan semakin banyak pemain data center yang bergabung di kawasan industri GIIC Kota Deltamas,” ujar Tondy dalam siaran pers di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dikutip Senin (21/2).
Lanjut Tondu, di awal tahun 2022 masih ada permintaan lahan industri sekitar 70 hektar. Kemudian terdapat permintaan dari sektor industri lain seperti industri terkait otomotif, industri pangan, maupun industri perabot rumah tangga, sehingga perseroan yakin dapat meraih target marketing sales Rp1,8 triliun tahun ini.
Permintaan akan lahan atau produk hunian dan komersial juga diperkirakan akan meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan industri di Kota Deltamas dan sekitarnya. Perseroan akan terus mengembangkan kawasan hunian dan komersial di Kota Deltamas dengan mempertimbangkan permintaan pasar.
“Kami meyakini bahwa permintaan hunian dan komersial akan terus meningkat, apalagi dengan proyek-proyek infrastruktur dan fasilitas komersial yang juga telah mulai dibangun di Kota Deltamas dan sekitarnya. Namun, di tengah situasi pandemi seperti ini, kami juga perlu melihat perkembangan permintaan pasar dengan jeli,” jelas Tondy.