Jakarta, Properti Indonesia – Investor mulai menyerbu pasar properti sewa di China, dan beberapa pemodal besar juga mulai meningkatkan investasinya pada bisnis properti sewa. Dilansir dari laman Reuters, Minggu (15/8), Kota Beijing terus menarik pemodal untuk membantu menyediakan rumah-rumah sewa dan menarik banyak minat institusional.“
Orang perlu tempat tinggal, tetapi rumah terlalu mahal untuk dibeli sehingga perlu memiliki perumahan untuk disewakan,” ujar Direktur Pelaksana APG Asset Management, Graeme Torre, Minggu (15/8).
Perusahaan tersebut telah memasuki pasar perumahan sewa di China dalam kemitraan dengan pengembang dan operator properti Amerika Serikat, Greystar.
Torre mengatakan pihaknya akan memberikan sekitar US$1,17 miliar atau sekitar Rp16,8 triliun ke dalam pasar perumahan sewa di China selama 3-5 tahun.
Adapun apatemen sewa jangka panjang terpusat adalah solusi untuk masalah keterjangkauan perumahan di kota-kota kosmopolitan China saat ini. Raksasa pemodal swasta AS sendiri mulai memberikan dukungan merek sewa apartemen China, termasuk Mofang, Ziroom, TULU, dan Base.
China juga telah meluncurkan beberapa langkah untuk mengubah pasar yang didominasi oleh pemilik lahan ritel. Dua insentif baru-baru ini juga dikeluarkan, mulai dari keringanan pajak besar yang efektif pada Oktober mendatang, dan peluncuran pasar untuk perwalian investasi real estat.
Kemudian lembaga asing yang sudah terlibat dalam pasar rumah sewa di China termasuk dana kekayaan negara Singapura GIC dan Dewan Investasi Rencana Pensiun Kanada (CPPIB).