Jakarta, Properti Indonesia – Metavers Group dikabarkan membeli sebidang tanah virtual dengan harga USD 2,43 juta atau sekitar Rp34,5 miliar. Lahan virtual tersebut dijual oleh Decentraland, sebuah kawasan virtual, di mana pengguna dapat menukar mata uang kripto dengan tanah dan bangunan. Pengguna juga dapat berjalan-jalan di dunia digital tersebut dan bertemu pengguna lain dalam bentuk avatar.
Dilansir dari New York Post, Jumat (26/11), pembelian lahan virtual tersebut merupakan yang paling mahal sekitar dua kali lipat dari harga normal properti virtual di platform Decentraland. Sebidang tanah virtual yang berada di area fashion street Decentraland sebanyak 116 bidang tanah dengan masing-masing berukuran 52,5 kaki persegi.
Decentraland sendiri mulai populer pada bulan lalu setelah Facebook mengubah nama perusahaannya menjadi Meta, yang mencerminkan komitmen perusahaan untuk mengembangkan produk realitas virtual Metaverse. Decentraland termasuk salah satu jenis metaverse atau lingkungan online spesifik yang menggunakan blockchain.
Properti yang dijual di Decentraland dalam bentuk non-fungible token, yang merupakan salah satu jenis aset kripto. Biasanya pembeli tanah di Decentraland untuk berinvestasi spekulatif melalui kriptokuensi Decentraland yang disebut MANA.