Jakarta, Properti Indonesia – Konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia menyebutkan bahwa data center memberikan kontribusi permintaan tertinggi kawasan industri di kuartal III 2022. Permintaan tersebut sebesar 53,2 persen kemudian disusul oleh sektor tekstil yang menyumbang sekitar 21,3 persen, sektor otomotif, bangunan, serta medis dan kesehatan.
Director Strategis Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo mengatakan, transaksi penjualan lahan tanah selama kuartal ketiga tercatat 34,2 hektar, atau 21,6 persen lebih rendah dari kuartal sebelumnya, dengan wilayah Bekasi menyerap 50,6 persen dari permintaan, sementara Karawang menyerap 45,6 persen permintaan.
Sementara tingkat okupansi gudang di wilayah Jabodetabek masih relatif stabil, yaitu sebesar 89,3 persen per September 2022. Jumlah ini meningkat 1,4 persen dari kuartal sebelumnya, dengan permintaan utama dari perusahaan logistik di sektor-sektor seperti e-niaga dan barang konsumsi.
Dari sisi pasokan baru lahan industri di kuartal ini, yakni kawasan industri di Bekasi yang menambah sekitar 60 hektar, sehingga inventarisasi lahan industri di Jabodetabek menjadi 16.152 hektar.
“Pasokan ke depan kemungkinan akan datang dari perluasan perkebunan di kawasan timur Jabodetabek, seperti di Cikarang dan Karawang,” ujar Arief dalam keterangannya, dikutip Jumat (11/11).
Lanjutnya, total pasokan gudang untuk disewakan di wilayah Jabodetabek masih sebesar 2,08 juta m2 hingga kuartal III 2022 tanpa tambahan pasokan. Dengan kebutuhan logistik yang terus meningkat dari perusahaan lokal dan internasional, pasar diperkirakan akan terus aktif dengan perkiraan pasokan baru seluas 100.000 m2 hingga tahun 2023.
Selain itu, rata-rata harga tanah industri berada pada level yang sama dengan beberapa kuartal terakhir, yaitu Rp2,60 juta per meter persegi, karena pengembang menahan harga tanah sebagai respons terhadap permintaan yang melambat dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun depan.
“Meskipun tingkat okupansi pasar gudang tinggi, rata-rata tarif sewa gudang di Jabodetabek mengalami sedikit peningkatan yaitu sebesar Rp76.000 per meter persegi per bulan, dengan kenaikan sewa hanya di daerah permintaan tinggi seperti Jakarta dan Bekasi,” imbuh Arief.