Perintis Triniti Properti akan Right Issue 147 Ribu Saham

Perintis Triniti Properti akan Right Issue 147 Ribu Saham
PT Perintis Triniti Properti Tbk akan right issue (Dok. PT Perintis Triniti Properti Tbk)

Jakarta, Properti Indonesia – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) akan melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) dalam rangka Penerbitan Hak Memesan Terlebih Dahulu (HMETD). Dalam paparan publik pada Senin (18/7), perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 147.795.558 saham atau 3,09 persen dari total ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHETD I, dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Saham baru yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp900 per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Melalui aksi korporasi tersebut, TRIN menargetkan dana sebesar Rp133,01 miliar untuk pengembangan bisnis perseroan. Dari target dana tersebut, sebesar Rp43,1 miliar akan digunakan untuk pengambilalihan aset berupa tanah di Labuan Bajo seluas 193.400 m2 yang dimiliki oleh PT Manggarai Anugerah Semesta (MAS), kemudian dana sebesar Rp43,53 miliar akan digunakan untuk pengambilalihan aset berupa tanah di lampung seluas 93.018 m2, dan sebesar Rp28,61 miliar untuk pembayaran utang jangka panjang.

Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja perseroan, yaitu penggantian operasional dan biaya komitmen untuk proyek dan lahan di Lampung dan Labuan Bajo, jasa teknisi atas konsultasi bisnis dan biaya manajemen, dan pengadaan berupa pengurukan lahan.

Sebagai informasi, pada semester I 2022 TRIN memperoleh marketing sales sebesar Rp382 ,05 miliar atau meningkat 22,13 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp31,82 miliar. “Proyek Sequoia Hills merupakan kontributor utama bagi marketing sales perseroan, yakni sebesar 39,06 persen atau Rp149,2 miliar,” ujar Direktur Keuangan TRIN, Stanley Setiadi dalam paparan publik, Senin (18/7).

Dalam laporan neraca per 31 Maret 2022 total aset yang dimiliki perseroan sebesar Rp1,99 triliun atau lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Desember 2021 yaitu Rp1,87 triliun. Total liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp1,39 triliun dan Rp592 miliar. Sementara itu, pendapatan per 31 Maret 2022 tercatat Rp566 juta yang berasal dari pendapatan jasa dan pemasaran.

“Perseroan belum dapat membukukan pendapatan sejak tahun 2020 dikarenakan implementsi PSAK 72, padahal sejak tahun 2020 hingga 31 Maret 2022 total marketing sales sebesar Rp797 miliar,” imbuh Stanley.

Tags
#Developer #Berita Properti #properti #saham #Triniti Land #Right issue