Jakarta, Properti Indonesia – Kondisi perekonomian global yang melambat saat ini memberikan dampak pada sektor ekonomi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu sektor yang terdampak adalah sektor properti.
Colliers Indonesia telah merilis Market Insight mengenai konsekuensi pasar properti Indonesia dalam situasi perlambatan ekonomi global.
Colliers Indonesia Head of Capital Markets & Investment Services, Steve Atherton, menyebutkan ekspetasinya adalah ekonomi Indonesia akan berada dalam posisi yang relatif kuat.
“Relatif kuat untuk menghadapi resesi global yang tertunda, karena ekonomi konsumen domestik kita yang kuat dan sektor pertambangan serta komoditas yang sehat,” ujar Steve dalam siaran pers, Selasa (7/9).
Dalam laporan, Steve menjabarkan terdapat beberapa pengaruh kondisi global saat ini terhadap pasar properti Indonesia, salah satunya akan semakin banyak tekanan pada Bank Indonesia (BI) untuk mengikuti dan menaikkan suku bunga lebih lanjut.
“Pada akhirnya, hal ini akan mempengaruhi cost of fund bagi pengembang, investor, dan end-user di Indonesia,” katanya.
Kemudian harga yang lebih tinggi kepada konsumen dan kenaikan suku bunga akan meredam pasar properti lokal. Pembeli akan lebih berhati-hati dalam melakukan investasi daj pengeluaran jangka menengah hingga panjang.
Selanjutnya, pemilik lahan dan pengembang lokal dengan cadangan lahan pada kelas aset seperti perumahan tapak, township, logistik, dan pusat data akan berada dalam posisi terbaik untuk menarik investasi asing dan lokal baru.
“Colliers berharap untuk melihat lebih banyak investasi dan aktivitas pengembangan dalam proyek-proyek penggunaan campuran di dekat stasiun transit seperti MRT dan LRT,” imbuh Steve.
Sementara itu, investor kontrarian (lokal dan asing) dapat menjadi faktor karena pasar properti lokal mengalami lebih banyak keterbatasan dalam hal permintaan jangka pendek dan beberapa kesulitan seperti pinjaman bank yang gagal bayar serta meningkatnya tekanan untuk membayar bunga dan pinjaman yang ditangguhkan.
“Kami mungkin melihat beberapa investasi oportunistik karena investor pelawan berharap untuk memperoleh properti dengan harga terjangkau,” jelasnya.