Perdagangan Efek Perusahaan Hotel Saraswati Griya Lestari Ditangguhkan BEI

Perdagangan Efek Perusahaan Hotel Saraswati Griya Lestari Ditangguhkan BEI
Hotel Saraswati Borobudur (Dok. HOTL)

Jakarta, Properti Indonesia – PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan akomodasi perhotelan, telah diberhentikan sementara perdagangan efeknya di Seluruh Pasar oleh PT Bursa Efek Indonesia. Pemberhentian perdagangan ini berlaku di Seluruh Pasar terhitung sejak Sesi II Perdagangan Efek tanggal 26 September 2022. 

 Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), suspensi yang dialami Saraswati Griya Lestari karena perusahaan tidak memenuhi kewajiban dan adanya ketidakpastian atas kelangsungan usaha.

“Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL) di Seluruh Pasar terhitung sejak Sesi II Perdagangan Efek tanggal 26 September 2022, hingga pengumuman Bursa lebih lanjut,” tulis manajemen BEI, Selasa (27/9).

Perusahaan belum menyampaikan laporan keuangan yang berakhir per Desember 2021, sementara publikasi laporan keuangan terakhir yakni pada 30 September 2021, dengan pendapatan usaha tercatat menurun 12,3 persen menjadi Rp36,47 miliar. Saraswati Griya Lestari juga membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar 27,02 miliar, dibanding rugi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp33,61 miliar.

Sebagai informasi, PT Saraswati Griya Lestari Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan akomodasi seperti perhotelan, cottage, camping, tempat pemberhentian caravan, dan jasa pengelolaan properti seperti apartemen dan kondominium sejak tahun 2006. Adapun hotel-hotel yang dikelola yakni Hotel Anantara Uluwatu Bali, Hotel Westin Ubud, Hotel Best Western Kuta, dan Hotel Saraswati Borobudur.

Tags
#Hotel #Berita Properti #properti