Jakarta, Properti Indonesia - Sebanyak tujuh proyek kondominium yang terdiri dari 4.827 unit telah selesai dibangun sepanjang kuartal pertama tahun 2023. Jumlah unit tersebut menambah total pasokan yang selesai dibangun menjadi 374.348 unit, yang merupakan peningkatan sebesar 7,4 persen diibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022.
Dalam laporan konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia, sebagian besar proyek yang baru selesai dibangun berada di Tangerang, dengan mayoritas merupakan proyek kondominium kelas menengah. Di sisi lain, hanya dua poyek yang diluncurkan ke pasar selama kuartal pertama ini, yaitu Adriya (Tower 1 dan 2), sebuah proyek kondominium kelas atas di Jakarta Utara. Kemudian Tower Bella di Pakuwon Bekasi yang merupakan proyek kondominium kelas menengah.
Kedua proyek tersebut menambahkan total pasokan kondominium yang diusulkan di Jabodetabek menjadi sekitar 113.179 unit. Sementara proyek yang akan datang, Apple 7 Pancoran, diperkenalkan ke pasar melalui penawaran pendaftaran minat untuk menguji pasar. Diluncurkannya proyek-proyek baru diperkirakan akan tetap terbatas hingga semester kedua tahun 2023.
Penyerapan unit kondominium di Jabodetabek juga tercatat rendah yaitu sekitar 874 unit, atau mengalami penurunan sebesar 17,6 persen. Tingkat penjualan berada pada 93,3 persen, mengalami penurunan kecil sebesar 0,6 persen, dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu.
Sementara itu, tingkat hunian mengalami peningkatan sebesar 10 persen secara tahunan (YoY), dari 51,6 persen pada kuartal pertama 2021 menjadi 56,7 persen pada kuartal I 2023. Tingkat pra-penjualan proyek-proyek kondominium yang diusulkan berada pada 60 persen, menyisakan 45.640 unit pasokan mendatang yang harus diserap.
Secara keseluruhan, proyek kelas menengah bawah mendominasi transaksi penjualan pada proyek-proyek kondominium yang direncanakan, menyumbang 54 persen dari total transaksi. Aktivitas penjualan diperkirakan akan meningkat secara moderat sepanjang tahun 2023, sementara para pengembang akan terus fokus mempromosikan proyek-proyek yang sedang berjalan.
Dari segi harga jual, kondominium di Jabodetabek mengalami kenaikan harga jual rata-rata sebesar 2,2 persen secara kuartalan dan 7 persen secara tahunan mencapai Rp47,5 juta per m2. Peningkatan harga tertinggi terjadi di daerah sekunder sebesr 15,8 persen YoY, diikuti wilayah CBD sebesar 6,2 persen YoY. Saat ini banyak pengembang yang tengah menawarkan cara bayar yang lebih menarik, mulai dari potongan harga, promosi furnitur gratis hingga subsidi uang muka untuk meningkatkan tranaksi, dikarenakan harga di pasar sekunder tetap sangat kompetitif.