Jakarta, Properti Indonesia – Bank Indonesia (BI) dalam Analisis Uang Beredar Posisi Maret 2022 menyampaikan kredit yang disalurkan perbankan pada Maret 2022 menunjukan tren positif. Penyaluran kredit pada Maret 2022 tercatat sebesar Rp5.848,7 triliun atau tumbuh 6,4 persen (year on year/yoy) atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 6,1 persen (yoy).
Akselerasi pertumbuhan kredit utamanya bersumber dari golongan debitur perorangan. Kredit kepada perorangan tumbuh meningkat dari 7,6 persen (yoy) pada Februari 2022 menjadi 8,4 persen (yoy) pada Maret 2022. Sementara itu, kredit kepada korporasi sedikit melambat dari 6,0 persen pada Februari 2022 menjadi 5,8 persen pada Maret 2022.
Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan penyaluran kredit pada Maret 2022 terjadi pada seluruh jenis penggunaan. Kredit Modal Kerja (KMK) tumbuh 7,4 persen atau sedikit meningkat dari bulan sebelumnya yaitu 7,3 persen. “Peningkatan terjadi pada penyaluran KMK di sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR), serta sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan,” ungkap Bank Indonesia dalam Analisis Uang Beredar Posisi Maret 2022 dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jumat (22/4).
Di sisi lain, penyaluran kredit untuk sektor properti tumbuh 5,9 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,0 persen, terutama pada kredit konstruksi. Kredit konstruksi berbalik arah dari tumbuh positif sebesar 1,2 persen menjadi terkontraksi -0,1 persen pada Maret 2022, terutama pada sub sektor konstruksi bangunan elektrikal dan komunikasi di DKI Jakarta.
Kemudian kredit KPR/KPA tumbuh meningkat, dari 10,2 persen menjadi 10,6 persen pada Maret 2022, terutama kredit untuk pemilikan rumah tinggal tipe di atas 70 di kawasan Banten. Demikian pula kredit real estat tumbuh positif 4,6 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,1 persen seiring peningkatan penyaluran kredit real estat gedung perbelanjaan (mal atau plaza) di DKI Jakarta.