Pendapatan Merosot Karena Pandemi, Pakuwon Pilih Tak Bagikan Dividen

Pendapatan Merosot Karena Pandemi, Pakuwon Pilih Tak Bagikan Dividen
Proyek-proyek Pakuwon Jati (Pakuwon Jati)

Jakarta, Properti Indonesia – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2021, Senin (5/7) kemarin di Hotel The Westin Surabaya. Dalam RUPST tersebut, perusahaan mengumumkan bahwa tidak ada pembagian dividen untuk tahun buku 2020.

“Tidak akan ada pembagian dividen untuk tahun buku 2020,” tulis Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Pakuwon Jati Minarto Basuki dalam siaran pers, Senin (5/7).

Dalam laporan keuangan per 31 Desember 2020, PWON mencatat pendapatan sebesar Rp3,97 triliun atau turun sekitar 44,8% dari tahun 2019 sebesar Rp7,20 triliun. Kemudian laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga merosot 65,89% secara tahunan yang sebelumnya sejumlah Rp2,71 triliun menjadi Rp929,91 miliar.

Namun untuk rasio laba PWON di tahun 2020 masih di 30% dengan arus kas perusahaan kuat dan positif serta masih mampu sepenuhnya mendanai belanja modal serta ekspansi organik yang dilakukan pada tahun 2020.

Komposisi pendapatan tahun 2020 meliputi dari pendapatan berulang sebanyak 58% dan pendapatan pengembangan sebanyak 42%, hal ini sesuai dengan misi perusahaan untuk terus tumbuh dengan kedua pendapatan tersebut secara seimbang.

Pada pendapatan berulang yang diterima perusahaan di tahun 2020 sebesar Rp2,3 triliun atau turun 27,7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,6 triliun. Pendapatan pengembangan juga tercatat sebanyak Rp1,67 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp3,5 triliun.

Berdasarkan pendapatan per segmen, penyewaan ritel dan kondominium memberikan kontribusi terbesar dengan masing-masing 44% dan 28%. Kemudian disusul rumah tapak dengan kontribusi 12%, sewa kantor 7%, hotel dan apartemen 7%, dan penjualan kantor 2%.

Sementara itu, turunnya suku bunga dan pemberian insentif PPN dari pemerintah berhasil menyokong hasil marketing sales perusahaan pada kuartal pertama tahun 2021 menjadi Rp427 miliar, meningkat 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Marketing sales tersebut setara dengan 30,5% dari total target penjualan PWON sebesar Rp1,4 triliun. Pada tahun 2020, perusahaan mencatat penjualan terbesar Rp1,2 triliun yang terdiri dari 60% kondominium, 37% rumah tapak, dan 3% penjualan kantor.

Belanja modal di tahun 2020 dari perusahaan untuk mendanai proyek-proyek seperti Kota Kasablanka tahap 2, Tunjungan Plaza 6, Pakuwon Mall tahap 3 dan 4, East Coast Mansion serta pembelian landbank sebesar Rp874 miliar. Selain itu, pada akhir November 2020 perusahaan telah mengakuisisi properti Hartono Mall Yogya, Marriott Hotel Yogyakarta, dan Hartono Mall dengan total nilai sebesar Rp1,26 triliun.

 

Tags
#Developer #Berita Properti #Bisnis Properti #Investasi Properti #properti #Pakuwon Jati