Jakarta, Properti Indonesia – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan penjualan dan pendapatan usaha pada kuartal I 2021 sebesar Rp485 miliar. Jumlah pendapatan tersebut menurun 63,3% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp1,32 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan APLN yang dikutip dari Bursa Efek Indonesia, Kamis (1/7), Perusahaan juga mencatat rugi bersih sebesar Rp289,79 miliar pada kuartal I 2021 atau menurun 35% dari periode yang sama tahun sebelumnya dengan rugi bersih Rp448,57 miliar.
Adapun kontribusi pendapatan APLN yang berhasil naik yakni segmen penjualan rumah tinggal sebanyak Rp71,43 miliar atau naik 322,66% jika dibandingkan kuartal I 2020 sebesar Rp16,9 miliar. Kemudian penjualan apartemen menurun 86,85% yoy menjadi Rp118,55 miliar dari sebelumnya Rp902,18 miliar. Sehingga total segmen penjualan APLN menurun 75,73% secara tahunan menjadi Rp242,03 miliar.
Selain itu, pendapatan dari sewa, hotel, dan lain-lain ikut menurun 24,91% secara tahunan yang sebelumnya Rp324,17 miliar menjadi Rp243,40 miliar. Manajemen APLN mengataka akan terus memantau berbagai upaya pengendalian terhadap pandemi, seperti perkembangan jumlah kasus dan program pemberian vaksin, situasi global, serta aturan dan stimulus ekonomi yang diterbitkan pemerintah guna memperkirakan dampak yang mungkin timbul terhadap kondisi keuangan, likuiditas, operasi, pelanggan, dan tenaga kerja perusahaan.
Manajemen juga telah mempersiapkan sejumlah langkah mitigasi dan risiko yang diperlukan. Namun demikian seberapa besar dan luas dampak dari pandemi tersebut terhadap kondisi keuangan, likuiditas dan hasil operasi masa depan perusahaan sulit untuk ditentukan.
“Hasil dari operasi, posisi keuangan, dan likuiditas Perusahaan, setidaknya untuk tahun 2021, akan dipengaruhi oleh sejauh mana perkembangan pandemi Covid-19 tersebut,” tulis manajemen.