Jakarta, Properti Indonesia – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5,1 triliun untuk program pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tahun 2022.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan hunian layak dan berkualitas terutama bagi perumahan dengan fasilitas bantuan pembiayaan dari Pemerintah. Masyarakat harus mendapatkan kualitas rumah sesuai dengan haknya, dan pengembang tentunya juga harus memenuhi kewajibannya,” ujar Menteru PUPR Basuki Hadimuljono, dilansir dari pu.go.id, Selasa (11/1).
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto juga mengatakan berdasarkan RPJMN 2020-2024, Pemerintah bersama skateholders bidang perumahan bekerja keras memastikan 70 persen rumah tangga di Indonesia menghuni rumah layak melalui penyediaan sekitar 11 juta unit rumah.
Adapun anggaran Rp5,1 triliun akan dimanfaatkan untuk pembangunan 1.823 unit rumah khusus, 5.141 unit rumah susun, penanganan 87.500 unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik MBR, dan penyediaan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) untuk melayani 20.500 unit rumah milik MBR.
“Kami berharap tahun 2022 ini para pegawai bisa menerapkan, serta menjaga spirit dan militansi Kementerian PUPR dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kami juga siap menggandeng seluruh mitra kerja bidang perumahan untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada agar masyarakat Indonesia bisa menempati rumah yang layak huni,” jelas Iwan.