Jakarta, Properti Indonesia – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan bahwa pemerintah saat ini cukup serius untuk mendukung pembangunan kawasan industri halal sebagai salah satu cara untuk menyatukan layanan yang berhubungan dengan produk halal secara one stop service.
“Upaya pengembangan industri produk halal antara lain dilakukan melalui pembangunan kawasan industri halal maupun zona-zona halal di dalam kawasan industri,” ujar Wapres Ma’ruf Amin dalam acara IDX Channel Sharia Fair 2021, Senin (5/4).
Menurut Ma’ruf Amin, ada tiga kawasan industri halal di Indonesia yang sedang digarap pembangunannya saat ini, diantaranya Modern Cikande Industrial Estate (MICE) di Serang, Provinsi Banten. MICE dikembangkan oleh PT Modern Industrial Estate sejak 1991 seluas 3.175 hektar.
Pemerintah mendukung kawasan ini menjadi Kawasan Industri Halal dengan tajuk Modern Halal Valley. Kawasan ini nantinya menjadi yang terintegrasi pertama di Indonesia dengan luas mencapai 500 hektar. Modern Halal Valley akan mencakup halal integrated supply chain, standard factory building, industrial land, dan logistic park.
Kemudian ada kawasan industri dan pergudangan SAFE ‘n’ LOCK, di Sidoarjo, Jawa Timur. Dikembangkan oleh PT Makmur Berkah Amanda di atas lahan seluas 450 hektar, dengan desain modern minimalis dan menggunakan lingkungan aman, bersih, hijau, dan ramah lingkungan. Dari total luas lahan tersebut nantinya akan dijadikan sebagai kawasan industri halal atau Halal Industri Park Sidoarjo (HIPS) di lahan seluas 150 hektar.
Terakhir adalah Bintan Inti Halal Hub yang terletak di Bintan Industrial Estate, di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Dikembangkan oleh PT Bintan Inti Industial Estate di luas lahan 6,5 hektar hingga 100 hektar sejak tahun 1994. Pada kawasan ini dikembangkan zona pemrosesan makanan halal untuk produsen memiliki bahan baku lengkap mulai dari pertanian, perkebunan, dan budidaya perikanan untuk menghasilkan bahan baku perusahaan pengelolaan makanan. Selain itu kawasan industri Bintan Inti Halal Food Hub mendukung jasa pengemasan, cold chain, dan logistik.
Selain industri halal, diakui Ma’ruf Amin, Pemerintah juga terus mendorong pembenahan pencatatan perdagangan produk halal di Indonesia, termasuk pengembangan kodifikasi data industri halal. Karena itu, Wakil Presiden berharap dengan adanya upaya tersebut, statistik perdagangan produk halal di Indonesia akan tercatat lebih baik.