Jakarta, Properti Indonesia – Emiten Properti PT Intiland Development Tbk, terus berkomitmen dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Upaya ini diimplementasikan dengan selalu meminimalkan dampak negatif dari aktivitas bisnis serta properti yang dikelola perseroan.
Demikian disampaikan Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi dalam acara halal bihalal bersama media yang digelar di Hotel Grand Whiz Poins Simatupang, Kamis (2/5) lalu.
Theresia menuturkan, keberlanjutan lingkungan merupakan salah satu pilar dari upaya keberlanjutan Environment, Social, Governance (ESG) yang dijalankan oleh Intiland. Sebagai perusahaan pengembang properti, sebut Theresia, Intiland menyadari pentingnya menaruh perhatian lebih pada dampak lingkungan. Oleh karena itu, pihaknya terus mempertahankan gaya hidup dan praktik berkelanjutan dalam semua aspek operasional perusahaan.
“Intiland mempromosikan hidup yang baik (living well) dalam aspek kesejahteraan dan kesehatan. Kualitas produk dalam portofolio properti juga terus kami jaga dengan mengadopsi praktik terbaik dalam semua aspek aktivitas bisnis,” ujarnya.
Theresia menambahkan, Intiland percaya bahwa manajemen limbah yang efektif adalah komponen kunci dalam visi perusahaan untuk menyediakan ruang tinggal yang berkualitas. Karenanya Intiland berambisi untuk menerapkan hierarki pengelolaan limbah sebagai upaya menguatkan tujuan untuk menjadi lebih berkelanjutan dalam semua properti dan praktik bisnis.

Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi | Foto: Mita D.S
“Pada tahun 2023, Intiland berhasil mengurangi hingga 300 ton limbah organik di seluruh properti. Di Intiland Tower Jakarta, misalnya, kami meluncurkan gerakan pengumpulan limbah botol untuk didaur ulang dengan pihak ketiga. Melalui kerjasama ini, Intiland berhasil mengumpulkan sekitar 7-8 kg limbah per bulan,” pungkasnya.
Tak hanya limbah organik, menurut Theresia, Intiland juga menjalankan langkah-langkah untuk meminimalkan emisi karbon serta karbon terikat dalam konstruksi pengembangan baru melalui praktik pengadaan berkelanjutan. Komitmen ini direalisasikan dengan memilih bahan lokal dalam radius 1.000 km dari lokasi proyek, memanfaatkan dan melestarikan tanaman lokal dan asli, serta pemilihan bahan-bahan rendah karbon lainnya.
“Di tahun 2023, total material yang digunakan dari tiga proyek Intiland mengalami penurunan signifikan, atau hanya sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian lainnya adalah keberhasilan mempertahankan intensitas energi di dua gedung perkantoran dan empat gedung apartemen di bawah 200 kWh/m2. Keenam gedung ini terdiri dari South Quarter, Intiland Tower Jakarta, 1Park Avenue, Aeropolis, Graha Golf, dan The Rosebay,” jelasnya.