Jakarta, Properti Indonesia – Knight Frank Indonesia mencatat kondisi pasar kondominium di Jakarta saat ini memiliki pasokan yang bertambah yakni 223.635 unit yang memasuki pasar pada semester I 2021.
Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, mengatakan bertambahnya pasokan unit kondominium di Jakarta juga sejalan dengan rata-rata penjualan secara kumulasi meningkat sekitar 0,4% year on year (yoy), sehingga saat ini berada di posisi 95,7%. Dengan harga berkisar Rp34 juta per meter persegi atau melemah 4,8% dari tahun sebelumnya.
“Jika masuk ke dalam subsektor wilayah, dalam hal ini CBD maupun non-CBD ada pelemahan harga kondominium tertinggi kisaran minus 8,6%,” ujar Syarifah dalam paparan virtual Knight Frank Indonesia, Selasa (7/9) kemarin.
Menurutnya, sejauh ini dominasi sebaran lokasi kondominium yang ada di Jakarta adalah di wilayah non-CBD tepatnya di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Kemudian bonus demografi mencatat komposisi penduduk Indonesia di Jakarta yakni generasi Y dan generasi Z lebih mendominasi atau lebih dari 50% sehingga berimplikasi terhadap serapan yang dilakukan pasar saat ini.
“Kelas menengah saat ini hampir mengisi seluruh stok kondominium di Jakarta, sebagai upaya melakukan link and match menyerap suplai yang ada dari demand-demand yang berasal dari komposisi penduduk kita saat ini,” imbuh Syarifah.
Penjualan unit di kelas menengah, baik eksisting maupun baru di sekitar stasiun MRT memiliki kumulatif penjualan yang lebih baik atau di atas rata-rata. Demikian penjualan unit baru di sekitar TOD memiliki performa di atas rata-rata presales.
Syarifah menuturkan, pasokan dan permintaan kondominium di Jakarta pada semester I 2021 secara umum pasokan eksisting meningkat sekitar 0,4% dan kemudian rata-rata penjulan meningkat meskipun secara kumulatif tidak terlalu tinggi.
Namun bisa dilihat dari suplai atau pasokan baru yang akan hadir dalam tiga tahun ke depan mencapai 38.278 unit dan unit tersebut saat ini statusnya angka keterjualannya saat ini ada 62,5%. Ini cukup meningkat bila dibandingkan dengan semester sebelumnya di akhir tahun 2020.
Saat ini ada 6 proyek baru selesai pembangunan dan menambah stok, selain itu 5 proyek merilis produknya ke pasar di semester I 2021. Tentu saja optimisme ini terus tumbuh karena pasar yang terus bergerak dari segmen end user. Namun 18 proyek melakukan penundaan pembangunan atau sekitar 19% dari total future project.
Para pengembang atau developer pun juga sering menghadirkan berbagai promo untuk menarik minat pembeli, mulai dari insentif PPN, DP 0%, free furniture, free BPHTB, special extra discount, dan lain-lain.