Jakarta, Properti Indonesia – Perusahaan jasa real estat global Cushman & Wakefield Indonesia dalam laporan Marketbeat Landed Residential H1-2022, menyebutkan bahwa pasar hunian tapak secara keseluruhan di wilayah Jabodetabek menunjukkan adanya perbaikan pada paruh pertama di tahun 2022.
Rata-rata unit yang ditransaksikan di Jabodetabek mencapai 25,9 unit per bulan per estat, meningkat 2,8 persen secara tahunan. Angka tersebut setara dengan nilai penjualan rata-rata sekitar Rp46,8 miliar per bulan per estat, tumbuh 29 persen (yoy). Sementara untuk submarket, Tangerang masih menjadi pasar paling aktif dengan rata-rata tingkat penyerapan 40,0 unit per bulan per estat, disusul Bekasi dengan 24,8 unit per bulan per estat.
Pada semester pertama 2022 terdapat total 6.744 unit pasokan baru ke pasar, termasuk yang berasal dari perumahan baru di wilayah Bekasi yang menyumbang pasokan sekitar 290 unit. Cushman mencatat tren kali ini berbeda dengan selama pandemi, sebagian besar pasokan baru di semester I 2022 berasal dari segmen atas sekitar 32,1 persen, diikuti oleh segmen menengah bawah 22,8 persen.
“Pasar perumahan di Jabodetabek, khususnya Jakarta dan Tangerang mulai menawarkan lebih banyak produk dari segmen yang lebih tinggi, dengan luas bangunan dan ukuran kavling per unit yang relatif lebih besar. Tren ini yang telah dimulai sejak semester sebelumnya menunjukkan optimisme dan kepercayaan pengembang terhadap aktivitas pasar secara umum,” tulis Arief Rahardjo, Director, Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia dalam siaran pers, dikutip Kamis (18/8).
Harga jual rata-rata terpantau meningkat pada semeser ini sebesar 4,16 persen. Hal ini karena terdapat pembangunan dan pengoperasian infrastruktur jalan tol baru di seluruh wilayah Jabodetabek, yang memberikan dampak positif bagi beberapa kawasan, serta adanya kenaikan harga bangunan dan perbaikan ekonomi umum secara bertahap.
Cushman menyebutkan harga tanah di Jabodetabek rata-rata tercatat sekitar Rp12,01 juta per meter persegi per Juni 2022 atau meningkat 2 persen (HoH). Dengan rincian harga di Jakarta sekitar Rp15,25 juta per meter persegi, Tangerang Rp14,42 juta per meter persegi, Bogor-Depok Rp7,69 juta per meter persegi, dan Bekasi Rp10,68 per meter persegi.
“Harga jual rata-rata diperkirakan akan meningkat pada semester mendatang seiring dengan pembukaan infrastruktur tol baru dan tren kenaikan biaya bahan bangunan,” imbuh Arief.