Jakarta, Properti Indonesia – Ibadah haji tahun 2022 membawa manfaat bagi Arab Saudi, khususnya pada sektor hospitality. Okupansi hotel di Arab Saudi mengalami kenaikan tahun ini, setelah sebelumnya pemerintah hanya mengizinkan warga Arab Saudi yang melakukan ibadah haji akibat pandemi Covid-19. Colliers International wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) mengungkapkan, hal ini diprediksi dapat meningkatkan industri pariwisata di Arab Saudi pada tahun 2022.
“Arab Saudi menyambut hingga satu juta jamaah haji, sebagian besar dari luar negeri. Tahun ini, untuk mengunjungi dua situs tersuci Islam di Mekah dan Madinah, dan itu telah berdampak besar pada industri pariwisata,” ujar Christopher Lund dari firma Colliers International wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), dikutip dari laman Al Arabiya, Kamis (21/7).
Lanjutnya, di Mekah diharapan terjadi peningkatan okupansi hotel sebesar 106 persen dibandingkan dengan tahun 2021 dan peningkatan 80 persen di Madinah. Kedua kota tersebut merupakan lompatan terbesar dalam tingkat hunian hotel dari tahun ke tahun di seluruh wilayah Gulf Cooperation Council (GCC) atau Dewan Kerjasama Teluk.
Colliers juga mecatat bahwa festival Riyadh Seasons yang diadakan di Arab Saudi, yang berlangsung pada Mei lalu menawarkan 2.800 kegiatan serta penawaran hiburan selama dua bulan.
“Kinerja ini dicapai meskipun beberapa pasar sumber besar untuk Mekah masih terpengaruh dari perjalanan yang berkurang secara signifikan. Seperti Indonesia, Malaysia, Mesir, Pakistan, dan lain-lain, yang berarti bahwa kami mengharapkan permintaan terpendam yang besar untuk pasar Mekah di masa mendatang, dan optimis tentang prospek pada pasar ini,” jelas Lund.
Kemudian di Ryadh, Al-Khobar, dan Madinah diperkirakan akan mencapai tingkat hunian yang lebih tinggi pada tahun ini dibanding masa sebelum pandemi tahun 2019. Hal tersebut menunjukkan kekuatan kembalinya pasar di Arab Saudi.