Jakarta, Properti Indonesia - PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mencatatkan total pendapatan usaha yang mencapai Rp613 miliar di semester I 2023. Pendapatan tersebut tumbuh 25,4 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 488,8 miliar.
Pendapatan MTLA ini didorong oleh proyek residensial yang tumbuh 29,6 persen secara tahunan menjadi Rp368,4 miliar. Sedangkan pendapatan berulang naik sebesar Rp 40,1 miliar atau 19,6 persen YoY menjadi Rp 244,6 miliar.
“Pendapatan penjualan residensial memberikan kontribusi sebesar 60 persen dari total pendapatan Semester I 2023, sedangkan dari pendapatan berulang berkontribusi 40 persen,” ujar Direktur MTLA, Olivia Surodjo dalam keterangannya, dikutip Senin (14/8).
Hingga Juli 2023, MTLA juga mencatatkan marketing sales yang terdiri dari pre sales dan recurring revenue mencapai Rp895 miliar atau sekitar 50 persen dari target marketing sales tahunan yaitu Rp1,8 triliun.
Proyek berjalan milik MTLA seperti Metland Cyber Puri, Metland Cibitung dan Metland Cileungsi menjadi penyumbang terbesar pada pendapatan penjualan Perseroan hingga kuartal II tahun 2023 dan untuk pendapatan berulang pertumbuhan positif dari unit usaha pusat perbelanjaan dan hotel yang dimiliki.
Nilai aset MTLA pada akhir kuartal II 2023 juga tercatat senilai Rp7 triliun dan ekuitas Rp4,85 triliun.
MTLA juga terus melanjutkan pemasaran proyek residensial dengan meluncurkan tipe atau klaster baru di hampir semua proyek, seperti Metland Transyogi Cibubur yang mulai memasarkan klaster Ivory, rumah dua lantai dengan tipe 84/77 m2 pada kuartal ketiga ini. Kemudian The Northbend tahap 3 di Metland Cyber Puri, proyek ruko baru pada Metland Puri yang diluncurkan Agustus 2023, dan produk baru di Metland Cibitung pada semester II 2023.