Jakarta, Properti Indonesia – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) sepanjang tahun 2021 telah menyalurkan dana pendamping untuk penualuran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dana tersebut merupakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan Pemerintah kepada SMF sebesar Rp2,25 triliun pada tahun 2021.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyampaikan, fasilitas likuiditas untuk pembiayaan perumahan yang dikelola oleh SMF bisa benar-benar memberikan dukungan bagi masyarakat terutama MBR mendapatkan unit rumah bagi mereka bertempat tinggal.
Seluruh dana PMN sebesar Rp2,5 triliun tersebut telah di-blended dengan dana dari penerbitan surat utang, kemudian total dana seluruhnya digunakan untuk mendukung KPR FLPP dalam memenuhi target subsidi pembiayaab KPR FLPP bagi 157.500 unit rumah pada tahun 2021.
Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan dan penandatanganan komitmen untuk melaksanakan Indikator Kinerja Utama terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2021 PT SMF (Persero) dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) (KIW) di Kantor Kawasan Industri Terpadu (KITB) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (11/3).
“Program ini merupakan sinergi SMF dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) Kementerian PUPR,” ujar Sri Mulyani dalam keterangannya, Sabtu (12/3).
Adapun SMF menyediakan 25 persen dari porsi penyaluran dana KPR FLPP sedangkan 75 persen porsi lainnya disediakan oleh BLU PPDPP. Pada tahun lalu, penyaluran KPR FLPP mencapai Rp24,19 triliun untuk 178.828 unit rumah, dengan porsi PPDPP (75%) sebesar Rp19,58 triliun, yang terdiri dari dana APBN sebesar Rp16,62 triliun dan pengembalian pokok sebesar Rp2,96 triliun, serta porsi SMF (25%) sebesar Rp4,62 triliun.
Sementara itu, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, Heliantopo menjelaskan realisasi penggunaan dana PMN tahun 2021 pada SMF, penyaluran dana KPR FLPP 2021 di Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp1.295 miliar untuk 9.742 unit rumah.
“Ini merupakan wujud dari kehadiran negara untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Dimana dana yang dialirkan untuk KPR Subsidi ini berasal dari APBN yang digunakan sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ucap Heliantopo.
Dirinya berharap dukungan SMF pada Program KPR FLPP ini juga akan memberikan efek berlipat bagi sektor perumahan, sehingga dapat ikut menggerakan 170 industri turunan lainnya di sektor perumahan, menciptakan penyerapan tenaga kerja, perbaikan kualitas hidup masyarakat, serta mendorong percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Merujuk hasil penelitian yang diinisiasi oleh SMF yang bekerja sama dengan International Center for Applied Finance and Economics (InterCAFE) LPPM Institut Pertanian Bogor, peran dan fungsi SMF dalam mendukung peningkatan kapasitas penyaluran pembiayaan perumahan yang berkesinambungan memiliki andil terhadap kinerja makro ekonomi.
Setiap penyaluran dana Rp1 triliun dari SMF akan berkontribusi terhadap pembentukan PDB, peningkatan konsumsi rumah tangga sebesar Rp1,17 triliun, serta mendorong penyerapan tenaga kerja.