Melirik Kinerja Lahan Industri Dalam Dua Tahun Terakhir

Melirik Kinerja Lahan Industri Dalam Dua Tahun Terakhir
Karawang Interntaional Industrial City (kiic.co.id)

Jakarta, Properti Indonesia - Kinerja penjualan lahan industri dalam dua tahun terakhir masih terlihat belum stabil. Kondisi ini terjadi karena permintaan yang tidak lebih besar dari pasokan tambahan.  

Konsultan properti Knight Frank Indonesia menyebutkan pada semester I 2021 penjualan lahan industri di kawasan Jakarta sedikit melemah atau minus 1,1 persen dengan rata-rata penjualan lahan kurang lebih 67,44 persen. Baru pada akhir tahun 2021 penjualan mulai tumbuh menjadi 22 persen dengan pasokan lahan sebesar 13.711 hektar. 

Namun kondisi ini tidak berlangsung lama, karena di semester I tahun 2022 penjualan tercatat kembali menurun sekitar 67,25 persen dengan total luas lahan industri yang terserap di Jabodetabek sebesar 133 hektar. Sehingga pada semester ini total lahan mencapai 13.734 hektar. Sementara di semester I tahun 2023, serapan penjualan lahan kumulatif sekitar 67,5 persen positif dari semester sebelumnya. 

Koridor Timur Jakarta seperti Bekasi dan Karawang masih mendominasi serapan lahan industri di Jabodetabek sebesar 74 persen. Pada semester I 2023 Bekasi dan Karawang menjadi penyerap lahan industri terbesar yang berasal dari sektor manufaktur, auto-derives, data center (pusat data), dan Fast Moving Cosumer Goods (FMCG). 

"Dua kawasan ini mendominasi serapan lahan yang terjadi di semester I 2023. Sementara untuk harga lahan, bahwa harga lahan cenderung stabil," ungkap Senior Advisr Research Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat dalam konferensi pers, Kamis (7/9). 

Lanjut Syarifah, ketersediaan lahan yang terbatas dengan demand yang cukup stabil menjadikan harga lahan di kawasan industri submarket Bogor cenderung lebih tinggi dibandingkan submarket lainnya di Jakarta. Beberapa site di koridor timur Jakarta juga sedang mempersiapkan land bank untuk dirilis pada akhir tahun 2023 sampai tahun 2024 mendatang. 

Harga Lahan Industri Dua Tahun Terakhir 

Dari segi harga, lahan industri di Jabodetabek bisa dibilang cenderung tidak berubah signifikan atau hanya naik tipis. Berdasarkan riset Cushman & Wakefield Indonesia, rata-rata harga lahan industri di kawasan Jabodetabek pada kuartal I 2021 sebesar Rp2,63 juta per meter persegi, kuartal II 2021 sebesar Rp2,54 juta per meter persegi, kuartal III 2023 sebesar Rp2,56 juta per meter persegi, dan kuartal IV 2021 sebesar Rp2,55 juta per meter persegi. 

Selanjutnya hingga Juni 2022, rata-rata harga lahan industri di Jabodetabek mencapai Rp2,58 juta per meter persegi. Pada kuartal ketiga 2022 harga lahan industri mulai naik tipis menjadi Rp2,60 juta per meter persegi. Pada kuartal keempat 2022 menapai Rp2,61 juta per meter persegi.

"Harga jual dalam rupiah ini sedikit berubah dari kuartal sebelumnya, terutama disebabkan oe perubahan nilai tukar USD," ujar Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo dalam keterangannya. 

Memasuki kuartal I 2023, harga lahan industri hanya mengalami peningkatan di daerah yang diminati seperti Cikarang. Harga jual dalam rupiah menalami perubahan sedikit sebesar 0,5 persen dari kuartal sebelumnya dan meningkat 2,5 persen secara tahunan yaitu Rp2,62 juta per meter persegi. Hingga kuartal II 2023, harga lahan industri masih berada di level yang sama yakni sekitar Rp2,63 juta per meter persegi. Jumlah tersebut naik 0,3 persen secara kuartal dan 2,0 persen secara tahunan. 

Tags
#Berita Properti #properti #kawasan industri #lahan industri