Jakarta, Properti Indonesia - PT Hutama Karya (Persero) mulai melakukan pembangunan gedung dan kawasan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (17/1) lalu.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo mengatakan bahwa masjid ini akan dirancang sebagai green building sehingga dalam proses pembangunannya menggunakan material ramah lingkungan serta minim waste material.

“Sesuai dengan konsep green city yang diusung dalam pembangunan IKN, masjid ini akan dirancang sebagai green building sehingga dalam proses pengerjaannya menggunakan material ramah lingkungan serta minim waste material,” ungkap Tjahjo dalam keterangan resmi, Senin (21/1).
Desain gedung dan kawasan Masjid Negara IKN akan berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektar dengan nilai kontrak sebesar Rp940 miliar dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2024. Masjid ini juga memimiliki kapasitas jamaah 22.317 orang dan akan ditingkatkan menjadi 61.392 orang.
Adapun Masjid Negara ini memiliki desain yang menyerupai sorban pada bagian kubah. Terdapat filosofi dari bangunan Masjid Negara, yakni merujuk pada nilai-nilai dari Al-Quran tentang Habluminannas (hubungan manusia dengan manusia) dan Habluminallah (hubungan manusia dengan Tuhan).
"Secara filosofi, bangunan yang akan dibangun ini merujuk nilai-nilai dari Al-Quran yaitu harus menjaga keseimbangan Habluminallah dan Habluminannas," jelas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dilansir dari laman resmi Kementerian Agama.
Dalam pengerjaannya oleh Hutama Karya, terdapat beberapa tantangan termasuk dalam tahap pengerjaan kubah masjid yang menyerupai sorban. Oleh karena itu, peru dilakukan teknik khusus untuk memastian hasil dan kualitas bangunan sesuai dengan rancangan awal serta proyek dapat selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
"Menyikapi hal tersebut, tim telah menyiapkan strategi penanganan, di antaranya rutin memonitor kualitas pekerjaan secara intensif dan periodik, penerapan teknologi Building Information Modelling (BIM), serta struktur pracetak agar pembangunan masjid selesai tepat waktu dan tepat mutu," tutup Tjahjo.