Jakarta, Properti Indonesia - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) membukukan pendapatan sebesar Rp566,09 miliar pada semester pertama 2023. Pendapatan tersebut menurun sekitar 24,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp750,1 miliar. Laba LPCK juga mengalami penurunan sebesr 67,03 persen secara tahunan menjadi Rp73,36 miliar dibanding tahun lalu sebesar Rp222,53 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/7), pendapatan menurun disebabkan oleh penjualan rumah hunian dan apartemen yang turun 44,94 persen secara tahunan dari Rp466,23 miliar menjadi Rp256,69 miliar. Sehingga beban pokok pendapatan ikut turun menjadi Rp309,80 miliar dari sebelumnya Rp382,72 miliar sehingga laba kotor tercatat sebesar Rp256,28 miliar.
Meskipun dari sisi pendapatan pengelolaan kota berhasil mencatatkan Rp191,86 miliar, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp178,96 miliar, dan penjualan tanah industri yang meningkat dari Rp83,43 miliar menjadi Rp88,07 miliar.
Kemudian dari sisi aset di semester I 2023 tercatat sebesar Rp9,61 triliun, jumlah ini naik dari Desember 2022 sebesar Rp9,35 triliun. Liabilitas meningkt menjadi Rp2,9 triliun dari Rp2,65 triliun pada Desember 2022. Serta ekuitas LPCK naik menjadi Rp6,71 triliun dari Rp6,7 triliun pada Desember 2022.