Kota Manado Alami Peningkatan Harga Properti Residensial Tertinggi

Kota Manado Alami Peningkatan Harga Properti Residensial Tertinggi
Real Estate (Freepik)

Jakarta, Properti Indonesia – Bank Indonesia telah merilis Survei Harga Properti Residensial (SHPR) kuartal pertama tahun 2022. Dalam survei tersebut dilakukan terhadap sampel developer di 18 kota. Pada sejumlah kota di Indonesia mengalami pertumbuhan indeks harga properti residensial tertinggi di kuartal ini. 

Kota-kota ini meliputi Jabodetabek dan Banten, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Manado, Makasar, Denpasar, Pontianak, Pekanbaru, Samarinda, Banjarmasin, Bandar Lampung, Palembang, Padang, Medan, Batam dan Balikpapan. Secara spasial, pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tertinggi terjadi di Kota Manado sebanyak 5,07 persen year on year (yoy), kemudian Yogyakarta sebanyak 4,00 persen (yoy), dan Pontianak 3,97 persen (yoy).

Adapun peningkatan harga properti residensial ini didorong oleh kenaikan harga rumah tipe kecil dan menengah. Masing-masing tumbuh sebesar 0,54 persen kuartal per kuartal (qtq) dan 1,10 persen (qtq). Sementara kenaikan indeks tipe rumah besar cenderung stabil di kisaran 0,39 persen (qtq). Peningkatan IHPR terutama didorong oleh kenaikan di Kota Surabaya sebesar 1,39 persen (qtq) dan Yogyakarta 1,65 persen (qtq), sementara di Samarinda masih stagnan.

Peningkatan IHPR pada kuartal I 2022 ini didorong oleh penyesuaian harga yang dilakukan pengembang properti sejak awal tahun 2022 dengan berlakunya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #bank indonesia #properti