Jakarta, Properti Indonesia – Pemulihan paska pandemi di wilayah Asia Pasifik akan terus berlanjut meski di tengah ketidakpastian oleh munculnya varian virus baru, Omicron. Berdasarkan laporan terbaru Knight Frank, Asia Pasific Outlook Report 2022: Optimism and Opportunities Ahead, Rabu (8/12), pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya sempat terhambat di 2021 diprediksi akan kembali tumbuh di atas tren rata-rata pada tahun depan.
Pasar properti diprediksi mengalami kenaikan transaksi sebesar 20 persen di sektor komersil pada tahun 2022 dan kenaikan harga pada sektor residensial sebesar 3-6 persen.
Adapun, Knight Frank memprediksi di setiap sektor properti. Di antaranya untuk sektor perkantoran akan mengalami tingginya permintaan sewa kantor karena pertumbuhan angka perkejaan kantor di sektor teknologi yang menjadi kunci utama. Permintaan untuk co-working akan memiliki momentum tersendiri seiring dengan lebih panjangnya masa pemberlakuan pola kerja hybird yang mulai diterapkan banyak perusahaan.
“Pasar perkantoran di Asia Pasifik tetap menguntungkan penyewa, memberikan peluang bagi para occupiers untuk memanfaatkan akomodasi sewa yang lebih baik,” tulis Knight Frank dalam laporan tersebut.
Selanjutnya untuk sektor logistik, tingginya biaya transportasi dan semakin dibutuhkannya stabilisasi rantai pasokan mendorong perusahaan menambah fasilitas jumlah logistik untuk menampung inventaris yang lebih besar.
Angka sewa diperkirakan bertumbuh hingga 2-3 persen sehubungan dengan masih sedikitnya pasokan ruang logistik dibandingkan dengan semakin tingginya permintaan. Serta 13 dari 16 area di kawasan Asia Pasifik diprediksi mengalami kenaikan angka sewa dengan Auckland sebagai kota yang mengalami kenaikan paling tinggi.
Pada sektor residensial, akses internasional memberi kemungkinan adanya perubahan dalam preferensi pembelian rumah di seluruh Asia Pasifik dalam waktu yang panjang. Kemudahan bekerja dari rumah, faktor kesehatan dan kesejahteraan merupakan fitur utama dalam membeli hunian sejak pandemi.
“18 dari 24 kota di kawasan Asia Pasifik mengalami adanya kenaikan harga hunian saat pandemi, dan diprediksi akan semakin tinggi di 2022,” imbuh Knight Frank.
Knight Frank juga mencatatkan volume transaksi di Asia Pasifik diprediksi mengalami kenaikan hingga 20 persen di 2022, sektor perkantoran berpotensi menarik lebih dari 60 persen nilai investasi yang masuk di kawasan ini, serta Amerika Serita dan Singapura akan tetap menjadi sumber utama dari belanja modal di Asia Pasifik.