Jakarta, Properti Indonesia – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno telah meresmikan pembangunan ekowisata Eiger Adventure Land di kawasan Puncak, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Minggu (17/10). Eiger Adventure Land rencana akan dibuka untuk umum pada tahun 2023 mendatang, dengan menghadirkan beberapa ikonik landmark, salah satunya adalah jembatan gantung. Jembatan gantung tersebut akan membentang 530 meter yang membelah kaki Gunung Pangrango.
Jembatan tersebut lebih panjang dibanding jembatan gantung Arouca di Portugal sepanjang 516 meter, dan Carles Kuonen di Pegunungan Alpen Swiss sepanjang 490 meter.
Selain jembatan gantung, akan dibangun cable car sepanjang 863 meter, fasilitas kegiatan tropical adventure seperti forest adventure, culture walk, adventure playground, traditional village, the sanctuary, hiking, camping, overlanding, dan kegiatan alam lainnya.
“Ini akan jadi satu kebanggaan bukan hanya Jawa Barat, tapi juga Indonesia. Dan ini persembahan kita untuk ikon pariwisata dunia,” ujar Sandiaga Uno, dilansir dari jabarprov.go.id, Senin (18/10).
Sandiaga juga menyebutkan bahwa investasi proyek jembatan gantung terpanjang di dunia ini sebesar Rp800 miliar. Kemudian ada banyak lapangan kerja yang akan dibuka, sekitar 600 lapangan kerja di tahap pertama.
“Saya sangat mengapresiasi langkah fenomenal dan penuh patriotisme oleh Pak Rony dan grup untuk investasi yang tidak kecil dan bisa dibilang spektakuler di tengah pandemi jumlah Rp800 miliar selama lima tahun ini, juga akan mendapat predikat ikonik landmark. Jembatan gantung suspention bridge terpanjang di dunia 530 meter dan cable car hampir 1 kilometer,” imbuh Sandiaga.
Chairman PT Eigerindo MPI, Ronny Lukito menyatakan ide pembangunan ekowisata di taman nasional bernuansa lingkungan ini sudah dilakukan sejak tahun 2012. Total area Eiger Adventure Land mencapai 321,89 hektare yang terdiri dari lahan hak guna usaha (HGU) milik PTPN VIII seluas 72,23 hektare, melalui skema perjanjian kerjasama (PKS), dan Zona Pemanfaatan Barubolang Taman Nasional Gunung Gede Pangrango seluas 253,66 hektare melalui Perizinan Berusaha Pengusahaan Sarana Jasa Lingkungan Wisata Alam pada kawasan konservasi.
Lanjut Ronny, dari total lahan yang ada Eiger hanya menggunakan 1,56 persen untuk dikelola dan bangunan yang dibangun semi permanen."Dari 300 hektar ini, peraturan kehutanan hanya bisa dikola 10 persen, namun karena niat kami bukan ingin membangun, kami hanya pakai 1,56 persen. itu pun semua bangunannya berbentuk panggung, enggak ada yang nempel," jelas Ronny, dilansir dari laman kemenparekraf.go.id, Senin (18/10).