Jakarta, Properti Indonesia – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menata kawasan Bungkutoko dan Petoaha yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara menjadi destinasi wisata bahari. Proyek penataan ini menggunakan biaya APBN sebesar Rp39,6 miliar. Kawasan Bungkutoko dan Petoaha sendiri sebelumnya merupakan kawasan permukiman kumuh di pesisir pantai Kota Kendari.
Setelah pekerjaan penataan selesai, pengelolaan dan pemanfaatan aset dua kawasan ini selanjutnya diserahterimakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara, Ditjen Cipta Karya kepada Pemerintah Kota Kendari pada Rabu (20/1) lalu.
“Ini bisa menjadi contoh dan kita bisa lakukan replikasi dari contoh yang sudah kita lakukan di Bungkutoko dan Petoaha. Mudah-mudahan bisa diinisiasi sendiri oleh Kota Kendari,” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, Minggu (31/1).
Diana mengungkapkan dengan adanya Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di kawasan Bungkutoko dan Petoaha akan meningkatkan kualitas lingkungan lebih baik dan menambah destinasi wisata bahari baru di Kota Kendari. Pada pembangunan ini mencakup lahan seluas 31 hektar dan dikelola oleh kontraktor PT Karya Syarnis Pratama untuk kawasan Bungkutoko senilai Rp23 miliar dan PT Indopenta Bumi Permai senilai Rp16,6 miliar.
Kedua kawasan wisata bahari terdiri dari Ruang Terbuka Hijau, pembangunan jalan lingkungan sepanjang 245 meter, pembangunan water front city sepanjang 697,16 meter, drainase, dan jalan titian kramba sepanjang 320 meter. Kemudian tempat pengelolaan sampah 3R (Reuse, Reduce, Recycle), duiker plat, tambatan perahu, 4 unit tempat duduk, dan jalan paving block.