Jakarta, Properti Indonesia – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pembangunan sejumlah infrastruktur dasar di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan meliputi konektivitas, sumber daya air, permukiman dan perumahan melalui rencana induk pembangunan infrastrutur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto mengatakan, pembangunan KIT Batang dilakukan sejak tahun 2021 dengan total anggaran sebesar Rp3,1 triliun dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Adapun Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan juga telah menyelesaikan 10 tower rumah susun (rusun) bagi para pekerja di KIT Batang. Pembangunan 10 tower rusun ini menggunakan biaya sebanyak Rp351,9 miliar.
“Ditjen Perumahan telah menyelesaikan pembangunan 10 tower rumah susun pekerja industri Batang dengan biaya Rp351,9 miliar,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto dalam keterangannya, Selasa (11/10).
Rusun tersebut dibangun dengan tipe barak yang setiap tower terdiri dari lima lantai, sehingga total dapat menampung 2.620 orang. Rusun juga dilengkapi dengan fasilitas jalan lingkungan, drainase, pedestrian, area parkir, lapangan olahraga, taman dan masjid.
Pembangunan rusun pekerja KIT Batang ini dilaksanakan secara multi-years contract (MYC) sejak tahun 2021 hingga 2022. Kemudian dibangun dalam tiga paket pembangunan di atas tanah seluas 5.735 meter persegi. Pada paket pertama dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT PP (Persero) Tbk, paket kedua oleh PT Abadi Prima Inti Karya, dan paket ketiga PT Brantas Abipraya (Persero).