Jakarta, Properti Indonesia – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 20 sarana hunian pariwisata (Sarhunta) serta peningkatan kualitas rumah untuk 70 rumah warga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Belitung. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan renovasi rumah warga menjadi sarhunta bertujuan meningkatkan kualitas rumah warga sekitar kawasan pariwisata menjadi layak huni.
“Selain itu, renovasi tersebut juga sekaligus dapat dimanfaatkan untuk usaha pondok wisata dan usaha pariwisata lainnya, sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat setempat,” ujar Menteri Basuki dalam keterangannya dilansir dari laman pu.go.id, Senin (19/9).
Homestay yang dibangun di Tanjung Kelayang ini memiliki fasilitas lengkap dengan desain bangunan yang menonjolkan perpaduan unsur lokal. Salah satu ciri khasnya adalah terdapat ornamen payung yang disebut Payung Lilin Belitung. Pembangunan 20 sarhunta di KEK Tanjung Kelayang ini menggunakan total anggaran Rp2 miliar sedangkan peningkatan kualitas rumah di koridor kampung senilai Rp2,45 miliar.
Adapun Sarhunta di Tanjung Kelayang disewakan bagi para wisatawan mulai Rp150 ribu untuk fasilitas kipas angin dan Rp250 ribu untuk fasilitas AC. Harga tersebut sudah termasuk sarapan dengan menu lokal. Kemudian terdapat fasilitas tempat tidur, kursi, kasur, lemari, handuk, peralatan mandi, dan kamar mandi dalam.