Jakarta, Properti Indonesia – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan Rp28 triliun untuk program bantuan pembiayaan perumahan tahun 2022. Bantuan tersebut disalurkan melalui empat program subsidi perumahan, diantaranya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 200 ribu unit, Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebanyak 24.426 unit, Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebanyak 769.903 unit, dan Subsidi Uang Muka (SBUM) sebanyak 200 ribu unit.
“Untuk penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bersubsidi pada tahun 2022, Kementerian PUPR akan lebih fokus untuk mendorong para stakeholder, khususnya perbankan dan pengembang agar memperhatikan kualitas perumahan, yang bisa dituangkan dalam perjanjian kerjasama,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangannya yang dikutip Senin (13/12).
Menurutnya, untuk mewujudkan perumahan yang berualitas, dibutuhkan dukungan Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai Lembaga Jasa Keuangan serta BUMN yang berkomitmen mendukung pemenuhan kebutuhan perumahan.
“Saya juga berharap Bank BTN dapat bersama-sama mengawasi kualitas dan menyediakan perumahan yang layak huni, serta melakukan pengawasan dan evaluasi dalam proses kepemilikan rumah melalui KPR yang dijalankan," jelasnya.
Dirinya berharap BTN sebagai salah satu pelaku utama ekosistem perumahan di sisi demand, khususnya dalam penyaluran program bantuan perumahan didorong untuk lebih aktif mempromosikan program penyediaan perumahan bersubsidi dari pemerintah.
Pada tahun 2021 Kementerian PUPR telah mengalokasikan pembiayaan perumahan melalui FLPP sebesar 157.500 unit, SBB untuk 859.582 unit, SBUM 157.500 unit, dan BP2BT sebanyak 18.950 unit.