JLL Proyeksi Real Estat di Asia Pasifik Meningkat Lebih dari 100% dalam Lima Tahun Mendatang

JLL Proyeksi Real Estat di Asia Pasifik Meningkat Lebih dari 100% dalam Lima Tahun Mendatang
ilustrasi logistik (freepik)

Jakarta, Properti Indonesia – Konsultan Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia memprediksi nilai investasi di sektor logistik dan real estat akan meningkat dalam waktu 3-5 tahun ke depan. Adapun, peningkatan nilai investasi logistik dan real estat di Asia Pasifik ini diproyeksi menjadi sebesar US$50-60 miliar atau setara Rp719 triliun hingga Rp860 triliun pada periode 2023-2025 atau meningkat lebih dari 100% dari pencapaian periode 2019-2020 sebesar US$25-30 miliar. 

Dalam laporan JLL bertajuk “A New Trajectory for Logistic Real Estate in Asia Pacific” pada awal Juli 2021 lalu, logistik dan aneka bangunan industri meliputi pergudangan, supply chain, dan fasilitas manufaktur akan mengalami pertumbuhan investasi menyusul meningkatnya kepercayaan pengguna di sektor tersebut.

“Meningkatnya investasi real estat di sektor logistik dan industri mencerminkan perubahan strategi yang diterapkan para pengguna untuk aset dengan kualitas yang lebih tinggi dan adanya pergeseran komposisi para pengguna dari ‘ekonomi baru’  yang sebagian besar dipengaruhi oleh pertumbuhan e-commerce dan supply chains yang didukung oleh teknologi,” ujar Head of Logistics and Industrial Asia Pacific JLL, Tom Woolhouse, Selasa (24/8).

Portofolio dan sejumlah transaksi besar yang semakin tumbuh, serta beberapa faktor ekonomi makro juga berkontribusi pada meningkatnya volume investasi. Populasi perkotaan di Asia Pasifik diperkirakan akan meningkat 41 juta per tahun antara tahun 2020-2025.

Baca Juga: Mengapa Indonesia Menjadi Lokasi Ideal Pembangunan Pusat Data di Asia Tenggara

Pada periode yang sama, akan ada 760 juta orang kelas menengah baru dan pendapatan akan tumbuh 4% per tahun. Hal ini memperlihatkan potensi pertumbuhan yang signifikan untuk sektor tersebut.

Head of Logistics & Industrial JLL Indonesia, Farazia Basarah juga mengatakan, pihaknya telah melihat transaksi portofolio di sektor logistik Indonesia pada 2 tahun terakhir.

“Kita yakin bahwa akan terdapat beberapa transaksi investasi lainnya pada sektor ini dikarenakan para investor, baik asing maupun lokal menganggap bahwa sektor logistik & industrial adalah sektor yang paling bertahan di masa pandemi ini dan memiliki tingkat imbal balik investasi yang tinggi,” jelas Farazia.

Menurutnya sektor logistik dan industrial akan terus bertumbuh di Indonesia mengingat ketersediaan pasokan gudang modern yang relatif terbatas dan terkonsetrasi di Jabodetabek. Investor lokal maupun asing masih terlihat aktif dalam menjelajahi peluang-peluang yang ada untuk berinvestasi di sektor ini.

Adapun saat ini, peningkatan volume investasi yang signifikan akan terjadi di Korea Selatan, Australia, dan China mengingat sudah tersedianya stok pergudangan modern baru. JLL melihat hal ini dapat membuat aliran dana dan permintaan industri e-commerce yang kuat akan mengimbangi penurunan imbal hasil dan persaingan ketat untuk aset.

 

Tags
#Berita Properti #real estate #properti #logistik