Bali, Properti Indonesia - Memasuki tahun 2023, geliat pariwisata di Bali terus menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi ini tergambar dalam statistik kunjungan turis mancanegara maupun domestik yang terus meningkat setiap bulannya.
Berdasarkan data yang dirilis BPS Provinsi Bali mencatat, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang langsung ke Provinsi Bali sepanjang Mei 2023 sebanyak 439.475 kunjungan, naik 6,80 persen dibandingkan bulan sebelumnya dengan angka 411.510 kunjungan.
Kondisi ini berbanding lurus dengan okupansi hotel berbintang di Bali yang tercatat sebesar 47,30 persen sepanjang Mei 2023 atau naik 2,99 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Berbicara mengenai Bali, salah satu kawasan yang sejak tiga tahun terakhir menjelma sebagai epicentrum baru destinasi pariwisata di Bali adalah Canggu.
Kawasan yang terletak di wilayah Kuta Utara, Kabupaten Badung ini terkenal dengan keindahan hamparan pasir hitam dan hempasan ombak yang menantang sehingga sangat cocok untuk spot olahraga berselancar.
Selain pantai yang indah, kekinian Canggu juga dipenuhi berbagai properti maupun area komersil untuk mendukung kebutuhan gaya hidup para wisatawan, khususnya mancanegara, mulai dari residensial, villa, hotel, co-working space, beach club, spa dan pijat, gym, restoran, kafe, pusat yoga, serta berbagai fasilitas lainnya.
Tak heran, dalam 3 tahun terakhir Canggu menjadi pilihan favorit bagi para turis dan wisatawan lokal untuk berlibur sekaligus mentahbiskannya sebagai kawasan dengan angka kunjungan tertinggi di Bali saat ini.
Selain pariwisata, salah satu bisnis yang paling bersinar di Canggu adalah properti. Beragam etalase properti hadir di kawasan yang terbentang mulai dari Pantai Kerobokan hingga Pantai Echo tersebut, sekedar menyebut rumah tinggal, lowrise apartment, villa, hotel berbagai bintang, kos kosan hingga hostel.
Direktur Utama perusahaan developer properti PT Teratai Agung Kencana I Gede Arya Wijaya SH, M.Kn, menuturkan, boomingnya kawasan Canggu dimulai sejak tahun 2019 lalu. Selain faktor geografis yang dianggap strategis, Canggu juga memiliki pemandangan alam yang indah dan aman. "Bahkan ketika pandemi Covid-19 pun, kawasan ini tetap ramai dikunjungi para turis asing," ujar pengusaha muda lulusan Megister Kenotariatan ini.

I Gede Arya Wijaya, SH, M.Kn, Direktur Utama PT Teratai Agung Kencana
Menurut Arya, kondisi ini pula yang belakangan turut mengerek bisnis properti di kawasan Canggu semakin laris manis, padahal lahan yang tersedia sangat terbatas.
"Untuk harga lahan di Canggu saat ini rata-rata mulai dari Rp20 juta sampai Rp30 juta per meter persegi tergantung lokasi," ungkap pengusaha muda kelahiran Bali yang juga aktif sebagai pengurus KADIN Kabupaten Badung ini.
Sebagai developer, Teratai Agung Kencana saat ini telah mengembangkan empat proyek properti dengan total lahan seluas 5 hektar tepatnya di Jalan Kayu Tulang, Canggu. Diantaranya; Teratai Villas, Teratai Grand Village, The Promenade serta teranyar Royal Teratai.
Nama Teratai sendiri menurut Arya terinspirasi dari filosofi bunga teratai yang dianggap sebagai simbol spritualitas. Selain itu, teratai juga dianggap sebagai tumbuhan yang tetap bersih dan menunjukan keindahannya sekalipun berada di lingkungan yang tidak baik ataupun kotor.
Kembali ke portofolio Teratai Group, Teratai Villas merupakan villa premium yang terinspirasi dari desa wisata Panglipuran di Bali. Hunian komersial ini mengusung konsep Jepang kontemporer dan desain Bali modern. Di atas lahan seluas 3600 meter persegi, Teratai Villas merangkum 17 unit villa berbagai luasan dengan harga mulai dari Rp3,9 miliar.
Sedangkan, Teratai Grand Village adalah kawasan hunian seluas 2 hektar yang menghimpun 57 unit rumah dengan konsep Bali modern berbagai tipe dan kavling dengan luas mulai dari 120 meter persegi. Sementara, harga awal yang dibanderol mulai dari Rp10 juta per meter persegi.
Menyusul kesuksesan dua proyek sebelumnya yang terserap habis di masa pandemi Covid-19, menginspirasi Teratai Group untuk kembali meluncurkan proyek berikutnya di lokasi serupa yaitu ruko dengan konsep SoHo, The Promenade dan kawasan hunian Royal Teratai.
The Promenade menghadirkan 12 unit properti komersial berupa ruko dua lantai dimana lantai dua nya dapat difungsikan sebagai hunian atau perkantoran.
Dengan luas lahan mulai dari 76 meter persegi sampai 150 meter persegi, unit-unit The Promenade dijual mulai dari Rp3,5 miliar.
Adapun, Royal Teratai merupakan kawasan hunian yang menawarkan produk kavling siap bangun dan rumah 2 lantai sebanyak 61 unit dengan pilihan luas mulai dari 120 m2 hingga 224 m2 atau bisa disesuaikan sesuai kebutuhan konsumen. Harga awal yang ditawarkan mulai dari Rp13,5 juta per meter persegi.
"Dalam 3 tahun terakhir kenaikan harga pada seluruh portofolio Teratai Group meningkat sekitar 200 persen. Yang menarik, ketika unit-unit masih dalam pembangunan, namun secondary marketnya sudah memasarkan yang lebih tinggi dari primer," jelasnya.
Dirinya mengatakan, dalam waktu dekat Teratai juga bakal meluncurkan lowrise apartment setinggi 4 lantai yang merangkum 60 unit apartemen all suite room dengan luas masing masing 60 m2. Apartemen premium dengan fasilitas setara bintang 5 ini nantinya diproyeksi akan menjadi service apartment termewah di kawasan Canggu.