Fitch Ratings Pangkas Peringkat APL Jadi CCC

Fitch Ratings Pangkas Peringkat APL Jadi CCC
Ilustrasi Borneo Bay (Agung Podomoro Land)

Jakarta, Properti Indonesia – Lembaga pemeringkat internasinal Fitch Ratings memangkas peringkat emiten PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dan obligasi global Perseroan yang telah jatuh tempo pada 2024 sebesar US$300 juta menjadi CCC yang sebelumnya CCC+. 

“FitchRatings (Fitch) menginformasikan melalui siaran persnya, menurunkan peringkat Perseroan dan Obligasi Senior USD dari CCC+ menjadi CCC dengan Peringkat Pemulihan tetap RR4," tulis Sekretaris PT Agung Podomoro Land Tbk, F. Justini Omas, dalam keterangannya di Bursa Efek Indonesia, Senin (16/8) lalu.

Penurunan peringkat tersebut dikarenakan Fitch berpandangan bahwa likuiditas Perseroan berpotensi tidak mampu menutup pembayaran utang yang lebih dari enam bulan ke depan. Fitch juga memperkirakan kas APLN di perusahaan induk pada akhir Juni 2021, jauh lebih rendah dari eskpetasi awal.

Baca Juga : Agung Podomoro Cetak Marketing Sales Rp1 Triliun Hingga Akhir Juni 2021

Sementara obligasi global sebesar US$300 juta tersebut diterbitkan oleh APL Realty Holdings Pte. Ltd. Pada tanggal 2 Juni 2017 lalu (Obligasi Senior USD). APL Realty Holdings Pte. Ltd. Merupakan entitas anak yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Perseroan.

Posisi kas yang lebih lemah terjadi pada saat kapasitas anak perusahaan APLN untuk menaikkan dividen kemungkinan akan terpengaruh dan penerapan kembali pembatasan pergerakan untuk akibat penyebaran pandemi Covid-19, sementara penjualan aset yang direncanakan APLN dinilai tetap tidak pasti.

“Kami pikir APLN masih memiliki beberapa opsi untuk menutup kekurangan pada uang kas, tetapi ini tidak memberikan ruang pembiayaan yang cukup bagi perusahaan untuk menjamin peringkat yang lebih tinggi,” tulis Fitch dalam keterangan resminya yang dikutip, Selasa (17/8).

Baca Juga : Rumah Tapak Menjadi Kontributor Utama Marketing Sales Agung Podomoro Sepanjang Semester I 2021

APLN sendiri memiliki sekitar Rp200 miliar bunga yang jatuh tempo pada Desember 2021 dari utang global bond dan pinjaman kepada perusahaan ekuitas swasta Guthrie, selanjutnya Rp200 miliar akan jatuh tempo pada Juni 2022.

Selain itu Perseroan menerima dana sebesar Rp1,6 triliun pada kuartal IV-2020 dan kuartal I-2021 melalui penjualan mal Central Park dan tanah yang dinilai cukup untuk memenuhi pembayaran tersebut.

“Namun, Perseroan menyalurkan dana tersebut untuk mendanai pembangunan dan pembebasan lahan di anak perusahaan. Hal ini membuat APLN memiliki likuiditas yang jauh lebih lemah dari yang kami perkirakan,” lanjut Fitch.

Kemudian Fitch memperkirakan APLN memiliki akses ke kas sekitar Rp600 miliar pada akhir Juni 2021 dari berbagai entitas anak, yang akan digunakan untuk membayar bunga pada Desember 2021. Sekitar 80% dari uang tunai disimpan di anak perusahaan bebas utang, yang sebagian besar proyek rumah telah selesai dan tidak memiliki komitmen biaya konstruksi.

 

Tags
#Pengembang #Developer #Berita Properti #properti #agung podomoro