Enam Bulan Berlalu, Realisasi Anggaran Perumahan Baru Mencapai 24 Persen

Enam Bulan Berlalu, Realisasi Anggaran Perumahan Baru Mencapai 24 Persen
Rumah susun (Dok. Kementerian PUPR)

Jakarta, Properti Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan pada tahun 2023 menyiapkan anggaran program penyediaan perumahan yang dialokasikan sebesar Rp11,27 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan rumah susun (rusun), rumah swadaya, rumah khusus (rusus) dan bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU).  

 Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto mengatakan hingga 12 Juni 2023, realisasi keuangan tersebut sebesar Rp2,74 triliu atau 24,36 persen dari total anggaran dengan realisi fisik mencapai 27,33 persen. Realisi fisik kegiatan Ditjen Perumahan secara khusus dilaksanakan untuk pembangunan rumah susun sebanyak 1.633 unit atau 29,54 persendari target 5.528 unit. Selanjutnya pembangunan rumah swadaya sebanyak 93.139 unit atau 62,07 persen dari target 150.050 unit. 

“Untuk pembangunan rumah swadaya dilaksanakan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Rumah Pemberdayaan Masyarakat (RPM) dengan realisasi 88.389 unit serta mendukung Penanganan Kemiskinan Ekstrem (NAHP) sebanyak 4.750 unit,” ujar Iwan Suprijanto dalam siaran pers, Minggu (18/6). 

Kegiatan penyediaan hunian layak selanjutnya melalui pembangunan rumah khusus dengan progres 352 unit atau 10,59 persen dari target 3.322 unit. Realisasi rumah khusus pada Semester I tahun 2023 ini merupakan capaian unit sementara pembangunan hunian tetap (huntap) pascabencana di Sulawesi Tengah yang tersebar di beberapa lokasi. Saat ini juga telah dibangun sebanyak 351 unit huntap di Kabupaten Cianjur. 

“Kemudian dalam rangka mendorong program Sejuta Rumah, Ditjen Perumahan juga memberi bantuan pembangunan PSU dengan realisasi 25,48 persen atau 7.148 unit dari target  28.050 unit. Untuk informasi, per tanggal 12 Juni 2023 ini juga sudah di SK-kan sebanyak 30.028 unit atau melebihi target dan masih ada potensi untuk penambahan sekitar 12.000 unit,” jelas Iwan. 

Pada tahun 2024 mendatang, Ditjen Perumahan juga akan membangun rusun dengan anggaran sebesar Rp4,45 triliun untuk 2.629 unit, termasuk alokasi untuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebanyak 47 tower. Kemudian pmebangunan rumah swadaya sebesar Rp1 triliun untuk 45.872 unit, bantuan PSU rumah umum sebesar Rp0,009 triliun sebanyak 820 unit, dan pembangunan rumah khusus senilai Rp139 miliar sebanyak 130 unit.

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #Kementerian PUPR #properti #perumahan