Duh, Penjualan Properti Residensial di Kuartal III 2021 Masih Melempem

Duh, Penjualan Properti Residensial di Kuartal III 2021 Masih Melempem
Ilustrasi rumah (freepik)

Jakarta, Properti Indonesia – Penjualan properti residensial masih menunjukkan penurunan secara tahunan pada kuartal III 2021. Hal ini tercermin dari kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal III 2021 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 1,41% year on year (yoy). 

Jumlah tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 1,49% (yoy). Pada kuartal IV 2021, harga properti residensial primer diprakirakan masih tumbuh terbatas sebesar 1,19% (yoy).

Dilansir dari laman BI, Senin (15/11), dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer pada kuartal III 2021 masih tertahan. Hal ini tercermin dar penjualan properti residensial pada kuartal III 2021 yang terkontraksi 15,19%. Lebih dalam dari kontraksi sebesar -10,01% (yoy) pada kuartal sebelumnya, namun masih lebih baik dari -30,93% (yoy) pada kuartal III 2020.

Penurunan volume penjualan pada kuartal III 2021 disebabkan oleh penurunan yang signifikan pada tipe rumah kecil sebesar -32,99% (yoy), sedangkan tipe rumah menengah dan besar tercatat mengalami kenaikan, masing-masing tercatat 7,01% dan 45,57%.

“Terhambatnya pertumbuhan penjualan properti residensial disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kenaikan harga bahan bangunan (17,01%), masalah perizinan/birokrasi (13/44%), suku bunga KPR (12,22%), proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR (11,31%), dan perpajakan (8,43%),” tulis Bank Indonesia dalam laporan Survei Harga Properti Residensial, dikutip Senin (15/11).

Kemudian berdasarkan sumber pembiayaan, pengembang masih mengandalkan pembiayaan yang berasal dari non-perbankan untuk pembangunan properti residensial. Pada kuartal III 2021, 65,87% dari total kebutuhan modal pembangunan proyek perumahan berasal dari dana internal.

Sementara itu, dari sisi konsumen, pembiayaan perbankan dengan fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama dalam pembelian properti residensial dengan pangsa mencapai 75,38% dari total pembiayaan.

Tags
#rumah #Berita Properti #bank indonesia #properti #residensial